<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790</id><updated>2011-12-15T11:53:09.886+09:00</updated><category term='wawancara'/><title type='text'>Robotika Indonesiana</title><subtitle type='html'>Untuk pecinta robotika Indonesia, baik sebagai hobi, penelitian, aplikasi industri, atau apa saja.. Terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang tingkat pendidikan, asal-usul, usia, SARA dan sebangsanya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-6496186455964130961</id><published>2008-09-13T12:06:00.000+09:00</published><updated>2008-09-13T12:10:50.414+09:00</updated><title type='text'>Tim Jump-be PENS Gagal Raih Juara I di Abu Robocon 2008</title><content type='html'>01 September 2008, 18:12:04, Laporan Iping Supingah, Suara Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suarasurabaya.net| Setelah melalui perjuangan cukup pajang akhirnya Tim Robot Jump-be dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) hanya mampu bertahan di semifinal. Tim Jump-Be harus puas sebagai 2nd Runner Up bersama dengan Tim dari Toyohashi Jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan mendalam terungkap dari pembimbing dan anggota tim robot Jump-be yang kali ini hanya mampu memperoleh penghargaan juara tiga (2nd Runner Up) dan penghargaan untuk desain terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diwawancarai di tempat berbeda, Dr It TITON DUTONO, M.Eng, Direktur PENS, menyatakan hal serupa, namun beliau memilih menanggapi hal ini dengan bijak dan menyerahkan segalanya kepada Yang Kuasa (Tuhan, red).“Saya yakin mereka (tim robot, red) telah berusaha cukup keras hingga mampu bertahan di babak semifinal, namun jika pada saat itu mereka belum beruntung berarti memang keputusan ada di tangan Tuhan,” kata beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertandingan awal tim Jump-Be sempat mengungguli tim Korea dengan skor 34 – 7, sementara di pertandingan kedua melawan Srilanka tim Jump-Be menang (48- (-3)) dengan mulus melalui GOVINDA (Keadaan white butter dan yellow butter terangkat sempurna) dengan waktu tercepat, yaitu 26 detik (lebih cepat 2 detik dari waktu GOVINDA tim robot China). Tim lainnya yang berhasil mencapai GOVINDA adalah Mongolia sewaktu lawan Fiji dan China melawan Bangladesh. Sejak ini tim dari Indonesia mulai disoroti oleh tim-tim robot dari Negara lain. Sebagai juara di blok 2 kelompok D, Indonesia akhirnya bertemu dengan Tim dari blok 1 kelompok C yaitu tim robot dari Vietnam, dengan kemenangan pada Tim Jump-be. Ini merupakan sebuah prestasi mengingat tim Jump-Be dapat mengalahkan tim Vietnam yang pernah 2 kali menjadi juara di ABU Robocon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, kelihatannya trauma tahun lalu terbawa di Pune India sewaktu semi-final melawan perguruan tinggi China tersohor “Xi’an Jiao Tong University” yang tahun lalu mengalahkan EEPIS di Final ABU ROBOCON 2007 Hanoi Vietnam. Tim Jump-Be harus takluk dengan nilai 24-9 untuk Jiao Tong. Dan akhirnya Jiao Tong menjadi pemenang setelah mengalahkan Mesir dengan nilai tipis 22-21. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meskipun harus puas diurutan ketiga namun prestasi mereka (tim Jump-be, red.) cukup membanggakan bagi kami. Bagaimanapun juga mereka telah mengharumkan nama Indonesia di Ajang Robotika Internasional,” imbuh TITON seperti dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Senin (01/09). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada saat pengumuman pemenang panitia juga menginformasikan penyelenggaraan ABU Robocon 2009 mendatang akan dilaksanakan di Tokyo Jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya tim robot yang beranggotakan 5 personel ini akan tiba di tanah air pada tanggal 3 September 2008 pagi. Tim akan langsung menuju Surabaya pada hari itu juga dengan penerbangan terjadwal pukul 16.20 tiba di bandara Juanda, dan akan melanjutkan perjalanan langsung menuju kampus.(ipg) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks Foto: &lt;br /&gt;- Tim Jump-be saat menerima penghargaan di ABU Robocon 2008 di India. &lt;br /&gt;Foto: Humas ITS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-6496186455964130961?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/6496186455964130961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=6496186455964130961' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/6496186455964130961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/6496186455964130961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2008/09/tim-jump-be-pens-gagal-raih-juara-i-di.html' title='Tim Jump-be PENS Gagal Raih Juara I di Abu Robocon 2008'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-1881395353135903243</id><published>2008-04-21T14:20:00.002+09:00</published><updated>2008-04-21T14:43:54.910+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawancara'/><title type='text'>Robotika Indonesia: Tarik Minat Dunia Pendidikan Lewat Kontes Robot</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.qbheadlines.com/img/uploaded/thumbs/568Page_1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.qbheadlines.com/innovation.php?cat=6"&gt; QBHeadlines.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Restituta Ajeng Arjanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar kata "robot"? Mesin dengan bentuk menyerupai manusia seperti Robocop, android dalam film The Terminator, atau mungkin mesin seperti yang ada di film Daryl, atau Bicentennial Man?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak orang membayangkan robot sebagai mesin dengan rupa seperti manusia, pada kenyataannya banyak sekali robot berpenampilan “datar” dan kaku—sama sekali tak mirip manusia. Mereka umumnya dibuat untuk menjalankan tugas-tugas berisiko tinggi yang tak mungkin dilakukan oleh manusia. Misalnya untuk memelajari dan menjelajah Mars, mengangkat objek-objek berat, atau mengerjakan tugas-tugas pemasangan barang yang menuntut presisi tinggi di pabrik perakitan hardware.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Robot banyak digunakan untuk keperluan di bidang manufaktur, militer, transportasi, kesehatan, dan eksplorasi luar angkasa. Tak mengherankan, mereka tak kenal lelah dan telah diprogram sedemikian rupa agar tidak melakukan kesalahan saat mengerjakan tugas-tugas rumit dan berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bidang robotika, salah satu negara yang bisa dijadikan kiblat adalah Jepang. Di sana, robot bahkan telah menggantikan fungsi asisten rumah tangga. Dibandingkan dengan Jepang atau negara-negara maju lainnya, dunia robotika Tanah Air memang masih terbatas, meski sudah dimulai sejak sekitar tahun 1985-an. Hal tersebut diakui oleh Wahidin Wahab, Presiden Robotic Organizing Committee Indonesia (ROCI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, penggunaan robot memang masih terbatas di bidang industri, yakni dalam sistem produksinya. “Di luar itu, pemanfaatan robot masih sebatas hobi dan kegiatan ekstrakurikuler saja,” ujar Wahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes Robot dan Perhatian Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahidin bercerita, sejak tahun 1999, Direktorat Pendidikan Tinggi - Departemen Pendidikan Nasional (Dikti-Depdiknas), atas prakarsa Prof. Soemantri Brojonegoro, telah mensponsori ajang lomba robot nasional yang diberi nama Kontes Robot Indonesia (KRI). Kini, beberapa kontes robot sudah dilaksanakan secara teratur setahun sekali. Contohnya KRI dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yang diadakan oleh Dikti-Depdiknas untuk mahasiswa, Imagine 08 yang dilaksanakan untuk siswa SD, SMP dan SMU oleh Klub Robotic bekerja sama dengan Fischer Technik Indonesia; Indonesia Robot Olympiad (IRO) yang diadakan oleh ROCI untuk tingkatan SD, SMP, SMU, hingga mahasiswa dan umum (perusahaan); serta Indonesia ICT award 2008 yang disponsori oleh Depkominfo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, kontes robot telah berhasil menarik minat mahasiswa untuk menekuni ilmu pengetahuan dan menerapkan teknologi dalam robot yang mereka rancang dan buat untuk kontes. Bahkan kini beberapa universitas dan politeknik terkemuka telah mulai melakukan penelitian mendalam di bidang aplikasi robotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) adalah salah satu universitas yang terkenal dengan bidang robotikanya. Son Kuswadi, Kepala Intelligent Control and Robotics Lab, ITS, menyampaikan, saat ini, labnya tengah mengembangkan robot berbasis sistem biologi, robot yang dikembangkan dengan meniru mekanisme dan kendali makhluk hidup, untuk keperluan pencarian korban tsunami dan gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk lain yang mereka kembangkan adalah robot berkaki lima yang punya kemampuan seperti bintang laut, bisa bergerak fleksibel di celah-celah sempit dan mampu menghadapi beragam halangan. Robot ini mereka kembangkan dengan sistem kendali berbasis sifat. Kecerdasannya dibangun berdasarkan kecerdasan-kecerdasan dasar yang dimiliki oleh makhluk hidup yang ditirunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Son mengaku, ITS cukup sering mengajak murid sekolah-sekolah di Surabaya untuk mengikuti workshop merakit robot sederhana. Hal itu tak sulit untuk dilakukan karena kini sudah ada banyak kit yang ditawarkan untuk memudahkan perakitan robot. Jadi para pemula tak perlu lagi membangun robot dari nol. Menurutnya, ini dapat menarik minat generasi muda yang potensial untuk mengembangkan robot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya lewat kontes, roadshow dan seminar tentang robotika pun kerap diadakan untuk memperkenalkan dunia robotika pada masyarakat. Selain menambah ilmu peserta, kegiatan-kegiatan itu juga bisa menjadi obat untuk mengatasi kejenuhan belajar siswa di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, perhatian terhadap dunia robotika kian meningkat. Beberapa sekolah telah memasukkan pelatihan robotika dalam kegiatan ekstrakurikuler mereka. Di antaranya BPK Penabur, SD Sekolah Alam, Sekolah Ricci, SMP-SMU Petra di Surabaya, dan Sekolah Pelita Harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih Banyak Kendala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mulai banyak peminatnya, masih banyak kendala yang dihadapi oleh dunia robotika Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kendalanya dari segi waktu, biaya, dan guru”, ujar Wahidin. Dari segi waktu, ia mengungkapkan, sebagian besar sekolah merasa sudah membebani murid-muridnya dengan kurikulum yang begitu padat. Menambah materi tentang robotika sama artinya dengan menambah waktu belajar-mengajar murid dan guru. Dari segi biaya, hampir semua sekolah belum menyediakan bujet untuk kegiatan eskul robotika, apalagi harga kit robot cukup mahal. Dan ketiga, guru umumnya enggan ketambahan beban mengajar. Mereka merasa telah melaksanakan kewajibannya dengan memenuhi jam kerjanya. Lagipula, gaji mereka tak bertambah meski kegiatan mengajar mereka bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala biaya juga diakui oleh Son. Komponen-komponen robot, apalagi jika baru, mahal harganya. Menurutnya, satu motor DC lengkap dengan sistem kendalinya bisa berharga Rp5 juta, padahal untuk membangun satu robot bisa dibutuhkan 10 motor, belum termasuk komponen yang lain. Kalau mau lebih ringan, komponen-komponen seken bisa dilirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Son juga menilai kemampuan perguruan tinggi dalam negeri belum merata—ada yang sudah maju dan berkali-kali jadi juara kontes robot, namun banyak juga belum mampu mengendalikan gerakan motor. Kendati demikian, menurutnya pengadaan kontes-kontes robot dapat meminimalkan masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Depan Robotika Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahidin Wahab dan Son Kuswadi sama-sama memimpikan masa depan dunia robotika Tanah Air yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak bermimpi anak-anak Indonesia kelak bisa membuat robot tercanggih di dunia, namun saya berharap suatu hari nanti mereka akan muncul sebagai ahli-ahli teknologi yang bisa berkarya dan menghasilkan produk-produk inovatif dengan memanfaatkan teknologi robotika”, ucap Wahidin. “Dengan begitu, akhirnya negara kita dapat berubah, dari negara agraris menjadi negara yang berbasis industri dan teknologi tinggi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu dapat tercapai, Wahidin percaya Indonesia tak harus mengalami krisis terus menerus dan tak perlu lagi mempersoalkan subsidi bahan bakar atau urusan ekonomi sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya berharap agar 'demam' robotika di Tanah Air itu terus dibangkitkan, demi tersedianya SDM tangguh di Tanah Air dalam membangun bangsa”, begitu harapan Son. Menurutnya, meski masih banyak pengangguran di dalam negeri, masyarakat tak perlu takut untuk mengembangkan robot. Robot dapat dianalogikan seperti komputer. Dulu, banyak orang mengkhawatirkan komputer akan mengambil peran sekretaris. Ternyata kini, komputer justru menjadi senjata andalan sekretaris dalam bekerja. Pun robot akan membantu meringankan tugas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan menggembleng orang menjadi mampu berkreasi di bidang robotika, kita akan menghasilkan orang-orang yang siap berkarya di bidang apapun, nantinya”, tambah Son.&lt;br /&gt;Robotika Bukan Sekadar Urusan Teknis&lt;br /&gt;“Untuk terjun ke bidang robotika, seseorang harus siap untuk mempelajari berbagai aspek—bukan hanya aspek teknis dan pengetahuan tentang komponen-komponen elektronika, tapi juga sosial”, Son menyampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, banyak penelitian dilakukan untuk menemukan cara bagaimana agar robot-robot dapat saling berkomunikasi dan bekerja sama dalam mengerjakan tugas yang besar. Misalnya untuk menangani masalah reruntuhan bangunan akibat gempa, robot dapat digunakan untuk menemukan korban. Akan lebih mudah jika robot memiliki kemampuan komunikasi. Jadi, dia dapat memanggil rekan-rekannya untuk membantunya menyelamatkan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja, kemampuan-kemampuan teknis dan sosial tak harus dikuasai oleh satu orang”, ujarnya lagi. Intinya, kolaborasi menjadi kunci untuk sukses membuat robot. Untuk mengembangkan robot yang hebat, yang dibutuhkan adalah teamwork yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-1881395353135903243?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/1881395353135903243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=1881395353135903243' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/1881395353135903243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/1881395353135903243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2008/04/robotika-indonesia-tarik-minat-dunia.html' title='Robotika Indonesia: Tarik Minat Dunia Pendidikan Lewat Kontes Robot'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-2321961454172137927</id><published>2007-08-30T18:24:00.000+09:00</published><updated>2007-08-30T20:57:00.264+09:00</updated><title type='text'>Selamat datang para pahlawan: Tim G-RUSH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jkZb6Y8g3TM/RtasF0I6VcI/AAAAAAAAAAM/OwkFCFm5Xew/s1600-h/dsc00334.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jkZb6Y8g3TM/RtasF0I6VcI/AAAAAAAAAAM/OwkFCFm5Xew/s320/dsc00334.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104456443566380482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang pahlawanku: Tim G-RUSH, di bawah bimbingan Ali Husein, ST., M.Eng. dan Fernando Ardilla, SST diterima Direktur PENS ITS, Dr.Ir. Titon Dutono, M.Eng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) ITS menyambut Tim ITS yang sukses juara II Asia Pasific Broadcast Robot Contest di Hanoi Vietnam dengan 3 becak hias, Kamis (30/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim juara yakni PRAMUDYA AIRLANGGA (ANGGA), FIRDAUS NURDIANSYAH, ALI MURTADLO, ANDIK HERMAWANTO dan MARSUDI HANDOYO (KOMENG), merasa surprise dengan sambutan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada suarasurabaya.net, ANGGA menjelaskan proses pembuatan robotnya. Butuh waktu 7 bulan, Desember 2006-Juli 2007. Robot G-RUSH ini bisa mengambil obyek dan meletakkan pada scoring point untuk bisa membedakan warna, menghalangi jalannya robot lawan, dan mengecoh lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembuatan G-RUSH ini, ANGGA mengaku tidak ada kendala. Mahasiswa asal Jombang ini merupakan Tim Leader Robot G-RUSH. Setelah berjuang selama 1 minggu, akhirnya tim dari Indonesia ini bisa menjadi juara II dari 19 tim yang bertanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.suarasurabaya.net/v04/clips/200708/kk43912_clip2.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan suka duka tim selama seminggu di Hanoi, TRI BUDI Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan PENS ITS mengatakan ada kendala bahasa. Mayoritas panitia dan wasit tidak bisa berbahasa Inggris. Jadi membutuhkan tour guide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala bahasa ini semakin rumit, ketika Tim Indonesia ingin mengganti baterai, tapi tidak diperbolehkan panitia. Tapi, keberuntungan berada di pihak Indonesia, dan Tim PENS ITS menjadi Juara II Asia Pasific Broadcast Robot Contest (Robocon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"G-RUSH sebagai robot tercepat dan akurasinya tinggi. Tim Indonesia juga menjadi favorit bersama Tim Vietnam," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.suarasurabaya.net/v04/clips/200708/kk43912_clip3.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tentang pemberian beasiswa, pihak ITS masih akan melihat kondisi keuangan terlebih dulu. Pemberian beasiswa dan SPP selama 1 tahun gratis, akan diupayakan bagi mahasiswa yang berprestasi ini, untuk memberikan motivasi pada adik-adik kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dalam kontes Robocon berada pada klasemen A bersama Bangladesh. Dari 18 negara yang ikut, tim Vietnam sebagai tuan rumah berhak menampilkan 2 regu. (tys/tin)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-2321961454172137927?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/2321961454172137927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=2321961454172137927' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/2321961454172137927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/2321961454172137927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2007/08/selamat-datang-para-pahlawan-tim-g-rush.html' title='Selamat datang para pahlawan: Tim G-RUSH'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jkZb6Y8g3TM/RtasF0I6VcI/AAAAAAAAAAM/OwkFCFm5Xew/s72-c/dsc00334.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-7748657623751358510</id><published>2007-08-27T09:54:00.000+09:00</published><updated>2007-08-27T10:17:00.859+09:00</updated><title type='text'>Puaskah G-RUSH di posisi Runner Up ?</title><content type='html'>Berikut ini catatan lanjutan dari Dr. Endra Pitowarno, langsung dari Hanoi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalah di final memang menyakitkan. Apalagi ketika merasa mampu akan dapat meredam China yang memang kokoh sejak awal namun ada celah yang sudah dapat dibaca oleh Indonesia untuk diruntuhkan keperkasaannya. Robot manual Indonesia yang lebih unggul juga menjadi andalan tim jika pencapaian menang Victory tak memungkinkan. Robot manual Indonesia jelas lebih unggul dalam kecepatan, ketangkasan manuver dan kemampuan membalik tumpukan dengan gerakan yang memukau. Terbukti, meski kalah victory namun pada kedudukan terakhir robot manual Indonesia ini telah mampu meletakkan 3 pearl di posisi luar sementara manual China baru meletakkan satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robot otomatis Indonesia juga terbukti lebih gesit, yang terbukti dalam 10 detik pertama sudah mampu menempatkan masing-masing 2 pearl di dua island untuk siap-siap membentuk victory, sementara China baru akan menguasai satu island saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun, ketika robot otomatis ketiga siap-siap mengambil 2 pearl di tumpukan terjauh, sebuah robot otomatis China dikorbankan untuk menubruk dengan cepat ke arah robot kita itu. Maka terjadilah tabrakan. Dalam hitungan 2-3 detik setelah tabrakan tim Indonesia meminta untuk retry. Namun kenapa wasit tidak memerbolehkan? Paniklah tim Indonesia, padahal dua posisi island victory sudah dikuasai menunggu satu island lagi untuk dilengkapi, sementara tim China perlahan tapi pasti mulai menempatkan pearl pada posisi victory. SATU ISLAND BERBAHAYA ! Teriak lagi minta retry... teriak lagi (bendera kuning sudah dikibarkan berkali-kali oleh Komeng (Marsudi), aaah... baru setelah 6-7 detik kemudian wasit memerbolehkan retry untuk robot yang dihalangi otomatis China itu. Indonesia bermaksud retry dengan mengarahkan robot ini ke island victory lawan yang sesuai program akan mampu mencapai island itu dalam waktu kurang dari 5 detik tanpa membawa pearl untuk menghalagi lawan menempatkan pearl. Berikutnya G-RUSH berencana menguasai penuh posisi jangkauan robot manual sembari melakukan penyisiran islands melalui robot otomatis yang berdiri bebas. Mekanisme rotasi di robot manual menjadi andalan sebab China tidak punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlambat!&lt;br /&gt;Kerugian waktu lebih dari 7 detik itu cukup membuat China mampu menyelesaikan bentuk victory sementara dua robot otomatis Indonesia lainnya masih berdiri kokoh mengangkangi dan menjaga island victory yang dikuasainya sebelum membuat keputusan menyisir islands yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam final ini ambisi juara Tim Indonesia dikandaskan bukan semata-mata kekuatan China, namun wasit yang memimpin juga ikut andil atas terjadinya hasil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaah, bagaimanapun, sebagai bangsa yang besar, Indonesia juga harus berjiwa besar. Pertandingan ini bukanlah pertandingan hidup-mati. Ini adalah ajang pembelajaran teknologi bagi generasi muda. Selebihnya, unsur-unsur unfairplay, baik oleh tim yang bertanding maupun oleh panitia dan wasit tuan rumah sebagai penyelenggara semestinya bukan pada tempatnya ditunjukkan oleh pihak tuan rumah. Perlu diketahui: 2 tim Vietnam yg telah dipersiapkan dengan sangat matang telah dikandaskan oleh lawan-lawannya pada babak-babak awal hingga perempat final. Ini nampak telah membuat sangat kecewa rakyat Vietnam yang dampaknya panitia mulai sewot ketika babak semifinal akan mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bangsa yang besar, anggota tim yang semula terpana tidak percaya kenapa bisa kalah, akhirnya bisa bercanda kembali dan mensyukuri hasil yang bagaimanapun memang telah digariskan oleh Yang Maha Kuasa sesuai dengan usaha yang telah dilakukan. Jiwa besar telah ditunjukkan oleh mereka. Firdaus, Angga, Komeng, Ali, Andik, kalian telah mengharumkan nama bangsa. Nando, Anda adalah pakar robot masa depan. Pak Ali Husein, terima kasih atas bimbingan Anda sehingga mereka mampu membuat rangkaian dengan sangat handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puaskah G-RUSH sebagai Juara II ABU Robocon 2007 ?&lt;br /&gt;Alhamdulillaah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih para pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanoi, 26 Agustus 2007&lt;br /&gt;(mantan) Ketua Dewan Juri KRI 2007&lt;br /&gt;         Endra Pitowarno &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-7748657623751358510?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/7748657623751358510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=7748657623751358510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/7748657623751358510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/7748657623751358510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2007/08/puaskah-g-rush-di-posisi-runner-up.html' title='Puaskah G-RUSH di posisi Runner Up ?'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-7873446983068479882</id><published>2007-08-27T09:50:00.000+09:00</published><updated>2007-08-27T10:24:06.883+09:00</updated><title type='text'>Tim Robot G-Rush dari Indonesia Juara II Dunia</title><content type='html'>Surabaya (ANTARA News) - Tim robot G-Rush dari Indonesia akhirnya menjadi juara II dalam Robot Contest (Robocon) 2007 atau Kontes Robot Dunia 2007 di Hanoi, Vietnam, Minggu waktu setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang diperoleh ANTARA menyebutkan tim robot dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya itu menjadi juara II tingkat dunia setelah dikalahkan tim robot dari China dalam babak final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, prestasi itu melampau target, karena ITS Surabaya hanya mematok target untuk lolos ke semifinal Robocon 2007, sebab tim yang diduga menjadi lawan tangguh G-Rush berasal dari Jepang, Korea Selatan, China dan Vietnam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apalagi, katanya, penampilan robot ITS di final tidak kalah dari juara pertama dari China, bahkan tim ITS justru dihambat wasit dari Vietnam untuk meminta waktu mengulang (retry) akibat adanya masalah pada salah satu robot otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi, permintaan itu tidak segera diizinkan oleh juri yang berasal dari Vietnam, sehingga tim dari China yang akhirnya menyelesaikan pertandingan dan keluar sebagai juara pertama," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, katanya, perjalanan tim robot G-Rush ke babak final juga tidak mudah. Di perempat final, robot G-Rush berhasil mengalahkan tim dari Thailand yang pernah mengalahkan tim ITS saat perempat final di Kualalumpur pada 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertandingan di perempat final itu ibarat partai balas dendam setahun lalu, sehingga arek-arek ITS punya semangat yang luar biasa dan berhasil membuktikan bahwa mereka bisa membalas dendam kekalahan pada tahun lalu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di semifinal, robot G-Rush juga kembali mengukir sukses dengan mengalahkan robot dari Malaysia yang juga terlihat cukup tangguh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa pun hasilnya, saya bangga, karena itu kami akan menyiapkan penyambutan dengan arak-arakan sesampainya mereka di Surabaya. Mudah-mudahan prestasi itu akan terus memacu prestasi di masa mendatang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, ketua tim G-Rush, Pramudya Airlangga, mengatakan dirinya sedikit kecewa karena keberpihakan wasit yang tidak segera mengabulkan permintaan tim untuk `retry`, namun hasil posisi kedua sudah cukup memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paling tidak, hasil tahun ini mampu memperbaiki prestasi tim robot ITS tahun lalu di Malaysia, sebab tahun lalu hanya mampu bertahan di delapan besar dan dikalahkan tim Thailand," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, katanya, dirinya bersyukur bisa mengalahkan tim Thailand yang menghentikan langkah ITS di delapan besar pada tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes Robot Internasional 2007 diikuti 19 tim dari 18 negara, seperti Vietnam (dua tim), Indonesia, China, Bangladesh, Brunei Darussalam, Mesir, Fiji, Hongkong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Macau, Malaysia, Mongolia, Nepal, Arab Saudi, Sri Lanka, dan Thailand. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2007 ANTARA &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-7873446983068479882?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/7873446983068479882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=7873446983068479882' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/7873446983068479882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/7873446983068479882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2007/08/tim-robot-g-rush-dari-indonesia-juara.html' title='Tim Robot G-Rush dari Indonesia Juara II Dunia'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-6252971700598607357</id><published>2007-08-27T09:46:00.000+09:00</published><updated>2007-08-27T09:49:32.244+09:00</updated><title type='text'>Puasnya mengalahkan THAILAND !</title><content type='html'>Berikut ini catatan Dr. Endra Pitowarno, langsung dari Hanoi, Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama penyelenggaraan ABU Robocon, Indonesia tidak pernah menang&lt;br /&gt;melawan Thailand. Setiap kali ketemu Thailand, setiap kali pula&lt;br /&gt;kandas. Tercatat pada th 2003 dan 2006 kita dipecundangi Thailand.&lt;br /&gt;Tahun 2006 itu bertempat di PWTC Kuala Lumpur Indonesia ditekuk&lt;br /&gt;di babak perempat final yang akhirnya Thailand ketemu Vietnam di&lt;br /&gt;final. Tahun itu ABU Robocon dimenangi oleh Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baru pada 2007 inilah kepercayaan diri Indonesia bangkit penuh setelah&lt;br /&gt;melibas Thailand dengan angka telak 17:7 di babak perempat final. Robot-&lt;br /&gt;robot otomatis kita berhasil dengan baik memencundangi robot-robot&lt;br /&gt;otomatis lawan. Gerakan robot lawan berhasil dikunci, sehingga 3 island&lt;br /&gt;di tengah dengan mudah kita kuasai. Sementara itu robot manual Indonesia&lt;br /&gt;memertontonkan pertunjukan cantik dengan beberapa kali membalik tumpukan&lt;br /&gt;pearl lawan. Ketika melawan Thailand ini Indonesia menggunakan strategi&lt;br /&gt;mengunci dan menguasai. Jadi sengaja bukan untuk victory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUAAS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanoi, 27 Agustus 2007&lt;br /&gt;Endra Pitowarno &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-6252971700598607357?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/6252971700598607357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=6252971700598607357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/6252971700598607357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/6252971700598607357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2007/08/puasnya-mengalahkan-thailand.html' title='Puasnya mengalahkan THAILAND !'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-679360199643451223</id><published>2007-08-27T09:26:00.000+09:00</published><updated>2007-08-27T09:33:44.869+09:00</updated><title type='text'>G-RUSH Juara Kedua ABU ROBOCON 2007 di Vietnam</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.jawapos.co.id/images/1188147334b"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANOI , Jawa Pos 27 Agustus 2007- Setelah berjuang habis-habisan, robot G-Rush akhirnya gagal menjadi juara pada ajang Asia Pacific Broadcasting Union (ABU) Robocon 2007 di Hanoi, Vietnam. Pada babak final kemarin, robot karya mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PENS-ITS) tersebut gagal mengatasi ketangguhan wakil Tiongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan Jawa Pos Deddy H. Syahrul yang meliput langsung acara tersebut di Hanoi melaporkan, kekalahan dramatis itu membuat anggota tim lunglai. Tim yang terdiri atas Pramudya Airlangga, Marsudi Handoyo, Firdaus Nurdian Syah, Andik Hermawanto, dan Ali Murtadlo tersebut langsung menangis begitu robot andalannya kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menkominfo Muhammad Nuh yang sejak awal bersemangat menyaksikan jalannya final juga hanya bisa geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketua tim robot, Pramudya Airlangga, menyayangkan kekalahan tersebut. Dia menilai tim juri kurang adil dalam pertandingan tersebut. Bahkan, Angga -sapaan akrab Pramudya Airlangga- sempat memprotes ketidakadilan tim juri tersebut. "Semestinya kami bisa menang," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertandingan final kemarin, robot G-Rush sempat terhalang blocker lawan dan tak bisa bergerak. Marsudi langsung meminta status retry (setting kembali) kepada juri. Tanpa alasan jelas, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah. "Apa alasannya? Itulah yang kami protes kepada tim juri," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak, "ngadatnya" tim G-Rush tersebut membuat robot The Inspire Team dari Tiongkok leluasa menguasai arena. Tak berselang lama, robot karya mahasiswa Xian Jiaolong University tersebut mampu membentuk Victory. Kemenangan pun akhirnya melayang ke Tiongkok. "Kami memang kurang memperhatikan blocker lawan. Mestinya kami pakai strategi yang lain," ungkap Angga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, di semifinal, Indonesia mampu menaklukkan tim Malaysia dengan skor 12-10. Tim Malaysia yang lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan tim Jepang, tak mampu menghentikan strategi 1, 2, 3 yang diterapkan tim G-Rush. " Strategi tersebut memang kami simpan pada babak sebelumnya," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam strategi tersebut, ritme laju kecepatan lawan dihitung, lantas disesuaikan gerak blocker milik G-Rush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme tinggi sebenarnya melambung sejak babak penyisihan ketika G-Rush berhasil memecundangi wakil Bangladesh dengan skor telak, 2-0 (14-4). Dengan hanya mengandalkan tiga di antar empat robot, G-Rush langsung menyerobot dan mengubrak-ngabrik daerah pertahanan lawan. Bisa ditebak, robot Bangladesh tak mampu mengimbangi kecepatan robot G-Rush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki babak perempat final, robot G-Rush semakin giras. Walau kekuatan baterai sempat terganggu akibat terkena air hujan, hal itu tak membuat kemampuan robot berkurang. Dengan menggunakan kecepatan penuh, G-Rush langsung memulai dengan strategi offensive. "Blocker sengaja diluncurkan agar lawan tak mampu mencapai victory," kata Angga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan offensive yang diperagakan G-Rush ternyata membuat lawan terhenyak. Bahkan, salah satu robot milik Thailand yang dihadapi pada babak itu terpelanting karena tak mampu menjaga keseimbangan. "Ini ajang balas dendam kekalahan kami tahun lalu," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten Direktur III PENS ITS Tri Budi Susanto menyatakan, tim ITS telah bekerja maksimal. Kekalahan tim G-Rush dalam partai final bukan semata-mata disebabkan persoalan teknologi, tapi strategi dan taktik. "Sebenarnya kemampuan robot G-Rush sudah cukup istimewa. Tim yang ada pun cukup kompak. Tapi, strategi tim, tampaknya, mampu dibaca lawan, sehingga akhirnya kami kalah," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca buruk sempat membuat pertandingan yang digelar di Quan Ngua Sports Palace itu terganggu. Bahkan, jalan penghubung antara arena pertandingan dengan pit stop sempat ambruk karena diterjang angin. Sontak, beberapa tim, termasuk tim Indonesia, sulit membawa robot masuk ke dalam arena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, Indonesia nyaris terlambat ketika bertanding melawan Thailand. "Itu juga salah satu kendala teknis yang membuat kesiapan tim G-Rush kurang maksimal," ungkap Endra Pitowarno, dosen ITS yang bertindak sebagai observer tim G-Rush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai penyebab kekalahan, dia menilai kesalahan yang dilakukan tim adalah menggunakan strategi yang sama. Akibatnya, strategi tersebut mampu dibaca tim lawan. Padahal, sebenarnya, tim G-Rush mampu lebih cepat menguasai arena. "Selain itu, tim G-Rush kurang tenang. Emosi tim masih kurang terkontrol," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diwawancarai terpisah, Muhammad Nuh berjanji mengusahakan ABU Robocon 2009 bisa diselenggarakan di Indonesia. Dia yakin kegiatan tersebut tidak akan mengganggu jalannya Pemilu 2009. "Kalau India yang tidak pernah menjadi juara bisa menjadi tuan rumah pada 2008, mengapa kita tidak?" ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui, tim robot Indonesia pernah menjadi juara dalam ABU Robocon 2001 di Jepang. (dedy) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-679360199643451223?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/679360199643451223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=679360199643451223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/679360199643451223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/679360199643451223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2007/08/g-rush-juara-kedua-abu-robocon-2007-di.html' title='G-RUSH Juara Kedua ABU ROBOCON 2007 di Vietnam'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-7491706196667483453</id><published>2007-08-26T17:51:00.000+09:00</published><updated>2007-08-26T17:54:37.459+09:00</updated><title type='text'>Pengamatan hasil Running Test ABU Robocon Vietnam 2007</title><content type='html'>Berikut ini hasil analisis Dr. Endra Pitowarno, langsung dari Hanoi Vietnam, tentang hasil running test, yang dia kirimkan 25 Agustus, 19.13 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah drawing for match up siang-sore tadi acara ABU Robocon 2007&lt;br /&gt;dilanjutkan dengan Running Test.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Pengamatan saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup A: InsyaAllah Indonesia mampu mengatasi dua kali pertandingan (L/R)&lt;br /&gt;        melawan Bangladesh. Di atas kertas kemampuan Indonesia di atas&lt;br /&gt;        Bangladesh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Grup B: (grup neraka 1 :) &gt; Thailand dengan kemampuan cukup prima robot&lt;br /&gt;        autonya (tanpa kemampuan rotasi pearl untuk r.manual) nampaknya&lt;br /&gt;        bakal bersaing ketat dengan Vietnam [2]. Di atas kertas Thailand&lt;br /&gt;        mampu meredam Vietnam. Macau belum masuk hitungan. Juara A akan&lt;br /&gt;        bertemu dengan juara B di perempat final. Menurut penampilan,&lt;br /&gt;        nampaknya G-RUSH lebih gesit dibanding Thailand.&lt;br /&gt;Grup C: Japan kelihatannya akan mudah melenggang ke perempat final&lt;br /&gt;        melawan China atau Hongkong.&lt;br /&gt;Grup D: Mongolia belum masuk hitungan. Tim China seperti biasa sangat&lt;br /&gt;        kuat dan sukar ditebak strateginya karena begitu banyak opsinya.&lt;br /&gt;        Hongkong juga sangat kuat dan cantik autonya dan nampaknya akan&lt;br /&gt;        menjadi batu sandungan China.&lt;br /&gt;Grup E: Kali ini Malaysia yg kurang begitu kuat namun nampaknya bisa jadi&lt;br /&gt;        batu sandungan buat Vietnam [1] yg juara di negaranya. Saudi masih&lt;br /&gt;        tetap ala kadarnya (tim baru datang sore ketika running test usai).&lt;br /&gt;Grup F: Ini kumpulan grup papan bawah, terlihat dari penampilan ketiganya&lt;br /&gt;        yg jauh di atas kemampuan tim-tim unggulan. Susah menebak siapa&lt;br /&gt;        yg bakal juara grup ini.&lt;br /&gt;Grup G: Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tambahan perempat finalis akan ditentukan oleh peringkat runner up&lt;br /&gt;grup D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membanggakan, lapangan Vietnam seperti lapangan sendiri bagi G-RUSH&lt;br /&gt;yang mampu memukau penonton dengan running testnya. Fair saja, G-RUSH&lt;br /&gt;secara teori kali ini lebih baik dari penampilan tim Indonesia tahun&lt;br /&gt;kemarin. Semoga besok skenario terbaik dari yg Maha Kuasa terjadi atas&lt;br /&gt;G-RUSH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G-RUSH untuk INDONESIA ! &lt;span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-7491706196667483453?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/7491706196667483453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=7491706196667483453' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/7491706196667483453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/7491706196667483453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2007/08/pengamatan-hasil-running-test-abu.html' title='Pengamatan hasil Running Test ABU Robocon Vietnam 2007'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-1846177127308426847</id><published>2007-08-20T19:26:00.000+09:00</published><updated>2007-08-20T19:50:12.954+09:00</updated><title type='text'>Probabilistic Robotics: Binatang apakah itu?</title><content type='html'>Alhamdulillah, dari 14-23 Agustus 2007 ini, saya 'bertapa' di Fakultas Ilmu Komputer UI Depok, untuk belajar tentang "Probabilistic Robotics". Pengajarnya adalah 'Kiai' Dr. Axel Grossmann dari TU Dresden, 'Jejere Kauman' alias Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajan apa Probabilistic Robotics itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut 'Kiai Tumenggung', Prof. Sebastian Thurn dari Stanford University (web-nya, lihat di &lt;a href="http://robots.stanford.edu/papers/thrun.probrob.html"&gt;sini&lt;/a&gt;), Probabilistic Robotics adalah pemanfaatan teori probabilitas untuk 'mengukur' persepsi robot - yang secara inheren penuh dengan ketidakpastian, yang meliputi pengukuran sensor dan cara bagaimana keputusan pengendalian dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran? Klik bahan-bahan pelajarannya di &lt;a href="http://www.wv.inf.tu-dresden.de/Teaching/SS-2007/probrob/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-1846177127308426847?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/1846177127308426847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=1846177127308426847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/1846177127308426847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/1846177127308426847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2007/08/probabilistic-robotics-binatang-apakah.html' title='Probabilistic Robotics: Binatang apakah itu?'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-5371629588629287061</id><published>2007-08-16T17:36:00.000+09:00</published><updated>2007-08-16T17:42:48.247+09:00</updated><title type='text'>Lebih Sigap, G-Rush Siap Ke Vietnam</title><content type='html'>Source : Jawapos, Edisi Minggu 24 Juni 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.kri.eepis-its.edu/~udinharun/webpens/folder_images/.resized/.resized_200x150_JUARA_G_RUSH.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EEPIS-Online, SURABAYA - G-Rush, robot pemenang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2007, siap berlaga pada ajang Asia Pacific Broadcasting Union (ABU) Robocon di Hanoi, Vietnam, Agustus mendatang. Robot karya mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PENS-ITS) tersebut kemarin diuji coba kembali di lapangan PENS. &lt;br /&gt;Uji coba G-Rush kemarin terasa istimewa karena disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh yang didampingi Direktur PENS-ITS Titon Dutono.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Robot karya Pramudya Airlangga, Marsudi Handoyo, Firdaus Nurdian Syah, Andik Hermawanto, dan Ali Murtadlo tersebut telah diperbaiki beberapa komponennya. G-Rush pun siap bertanding dengan berbagai strategi. "Bukan perubahan total, kami memperbaiki hardware dan software-nya," tutur Angga, sapaan akrab Pramudya Airlangga.&lt;br /&gt;G-Rush diharapkan tampil lebih garang dibanding penampilannya pada final KRI 2007 di Graha ITS awal Juni lalu. Mereka telah memperbaiki beberapa sensor, terutama yang mampu menantang cahaya. &lt;br /&gt;Diungkapkan Angga, G-Rush sempat mengalami masalah pada final KRI lantaran sinar yang begitu terang di panggung. Karena itu, saat latihan kemarin, tim telah menyiapkan dua lampu 500 watt untuk menyorot robot. G-Rush akan tetap tampil dengan tiga robot otomatis dan satu manual yang dikendalikan oleh seorang driver atau pengemudi. &lt;br /&gt;"Kecepatan sudah kami perbaiki. Terutama untuk lintasan lurus, akan kami tambah kecepatannya," ujar mahasiswa Diploma-III Teknik Elektronika semester enam itu.&lt;br /&gt;Aksi G-Rush kemarin tampak lebih sigap. Robot tersebut mampu melakukan konfigurasi victory dalam waktu satu hingga dua menit. Padahal waktu maksimalnya tiga menit. Hanya, G-Rush masih bermain sendiri tanpa musuh. Meski begitu, Angga mengaku sudah menyiapkan beberapa strategi baru bila nanti G-Rush berhadapan dengan lawan.&lt;br /&gt;G-Rush harus sudah sampai di Hanoi pada 10 Juli. Lebih dari satu bulan sebelum pelaksanaan final pada 26 Agustus. "Satu bulan sebelum pelaksanaan robot harus sudah sampai. Maka sekarang kami ngebut," kata Angga.&lt;br /&gt;Gigih Prabowo, juri KRI dan salah satu advisor mereka, mengatakan bahwa saingan terberat tetap Jepang, Korea, dan Tiongkok. Tahun ini Gigih yakin Indonesia dapat memberikan perlawanan. Maklum, tahun lalu saat final ajang serupa di Malaysia, robot Indonesia kelimpungan lantaran salah menafsirkan peraturan. Kini peraturan telah dipastikan dan tak mungkin ada multitafsir.&lt;br /&gt;Sementara itu, Nuh berharap G-Rush dapat menuai hasil maksimal. Mantan rektor ITS itu berharap G-Rush dapat mengulang kesuksesan B-CAK yang menjadi jawara pada pentas ABU Robocon di Jepang pada 2001 lalu. "Dukungan moral dan finansial diperlukan. Mereka harus menggaet banyak sponsor," kata Nuh. &lt;br /&gt;Diungkapkan Nuh, Depkominfo akan membantu finalis Indonesia untuk menggaet sponsor. Nuh juga berjanji akan melaporkan hasil yang diraih wakil Indonesia itu kepada presiden. (ara)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-5371629588629287061?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/5371629588629287061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=5371629588629287061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/5371629588629287061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/5371629588629287061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2007/08/lebih-sigap-g-rush-siap-ke-vietnam.html' title='Lebih Sigap, G-Rush Siap Ke Vietnam'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-8139230072435573296</id><published>2007-08-12T19:24:00.000+09:00</published><updated>2007-08-12T19:29:27.390+09:00</updated><title type='text'>DARPA names MIT's 'robocar' a semifinalist</title><content type='html'>Heather Manning, News Office Correspondent&lt;br /&gt;MIT News, August 9, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://web.mit.edu/newsoffice/2007/robocar-2-enlarged.jpg"&gt;&lt;br /&gt;MIT's entry for the 2007 DARPA Urban Challenge competition is a self-piloted Land Rover LR3. Photo / Donna Coveney&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An MIT vehicle that effectively drives itself has been selected as a semifinalist in this year's DARPA Urban Challenge, a competition for cars and trucks that run without human help. The qualification was announced Thursday by DARPA, the central research and development organization for the Department of Defense.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The announcement means the MIT vehicle and its team of student and faculty developers will travel to an urban military training facility in Victorville, Calif., in late October to compete against 35 other robotic vehicles from across the country. In the semifinals and the finals in early November, the robots will have to execute simulated military supply missions in a mock urban area while obeying California traffic laws--without any human intervention.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Our team is delighted to move forward to the next stage of the competition," said team leader John Leonard, professor of mechanical and ocean engineering at MIT. "I want to express my gratitude to everyone on our team for their tremendous hard work. I also want to thank all our sponsors for their generous support."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The MIT vehicle uses multiple laser range scanners, high-rate video cameras and automotive radar units to perform autonomous planning and motion control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the final Urban Challenge, set for Nov. 3, DARPA will award $2 million, $1 million and $500,000 awards to the top three finishers that complete the course within the six-hour time limit. Unlike the previous two competitions, this challenge will take place in an urban environment with the robotic vehicles required to autonomously operate amongst one another.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In addition to Leonard, key leaders of the MIT team include Professor Jonathan How and Associate Professor Emilio Frazzoli of the MIT Department of Aeronautics and Astronautics, Professor Seth Teller of the MIT Department of Electrical Engineering and Computer Science and Associate Professor David Barrett of Olin College.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The sponsors of Team MIT include the MIT School of Engineering, the C.S. Draper Laboratory, the Ford-MIT Alliance, Land Rover, Quanta Computer, BAE Systems, MIT Lincoln Laboratory, MIT Information Services and Technology, South Shore Tri-Town Development Corporation, Delphi, Applanix, Mobileye, Nokia and Australia National University. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-8139230072435573296?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/8139230072435573296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=8139230072435573296' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/8139230072435573296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/8139230072435573296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2007/08/darpa-names-mits-robocar-semifinalist.html' title='DARPA names MIT&apos;s &apos;robocar&apos; a semifinalist'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-6752260626187472340</id><published>2007-08-11T16:19:00.000+09:00</published><updated>2007-08-11T16:33:46.380+09:00</updated><title type='text'>Jepang Kenalkan Robot Berdansa</title><content type='html'>Annisa M. Zakir - detikInet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.detikinet.com/content_images/content/2007/08/11/398/dancingrobot250.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Robot berdansa (http://cvl.iis.u-tokyo.ac.jp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokyo, Di Jepang, perkembangan robot memang cukup pesat. Mulai dari robot pembantu hingga robot pengganti dokter. Kini, robot yang mampu berdansa pun hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan dari University of Tokyo telah berhasil menciptakan robot yang bisa mengikuti gerakan penari manusia. Ya, robot yang bisa berdansa seperti layaknya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pembuatan robot HRP-2 bipedal yang bisa berdansa tersebut digagas oleh Shin'ichiro Nakaoka dan dibantu oleh rekan-rekan dari universitas Tokyo. Teknologi yang digunakan adalah teknologi penangkap gerakan, sehingga gerakan dansa seseorang bisa terekam dan segera diikuti oleh sang robot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kemampuan robot itu bisa dikatakan tidak meragukan, namun ada beberapa hal yang menjadi problem. Yaitu mem-program sang robot agar tetap dapat mengikuti gerakan yang sulit namun dengan keseimbangan yang tetap baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilansir Vnunet dan dikutip detikINET, Sabtu (11/8/2007), tak lama lagi, dunia akan menyaksikan robot tersebut menari tarian balet 'Swan Lake'. Namun, menurut para ilmuwan, robot ini tidak bisa mengikuti melakukan balet yang seringkali loncat dan membiarkan kedua kakinya di udara beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, robot tersebut telah didemonstrasikan dan menari tarian tradisional Jepang, 'Aizu-Bandaisan' yang banyak mengunakan gerakan badan daripada kaki. (amz/amz) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-6752260626187472340?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/6752260626187472340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=6752260626187472340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/6752260626187472340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/6752260626187472340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2007/08/jepang-kenalkan-robot-berdansa.html' title='Jepang Kenalkan Robot Berdansa'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-112480042371923989</id><published>2005-08-23T21:30:00.000+09:00</published><updated>2005-08-23T21:33:43.730+09:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Tim Robot Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/377/859/1600/AskasFi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/377/859/320/AskasFi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Tim Robot Indonesia, yang diwakili oleh Tim Askaf-I dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS bertolak ke Beijing, melalui Jakarta. Di Jakarta, rencananya tim akan diterima oleh Mendiknas Bambang Sudibjo. Tim tersebut didampingi oleh Eko Henfri dan Gigih Prabowo sebagai dosen pembimbing. Selamat berjuang di Beijing.. !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-112480042371923989?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/112480042371923989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=112480042371923989' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/112480042371923989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/112480042371923989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/08/selamat-jalan-tim-robot-indonesia.html' title='Selamat Jalan Tim Robot Indonesia'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111819315919857732</id><published>2005-06-08T10:09:00.000+09:00</published><updated>2005-06-08T10:15:13.796+09:00</updated><title type='text'>Robot-robot Otomatis Akan Bersaing Jelajahi Gurun Mojave</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.kompas.com/teknologi/news/0506/07/074336.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Modifikasi Humvee buatan tim dari Carnegie Mellon University dilengkapi sepasang kamera untuk menghasilkan gambar tiga dimensi di sekitarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/teknologi/news/0506/07/171608.htm"&gt;Kompas &lt;/a&gt;- Pertarungan robot-robot otomatis dimulai lagi. Kali ini 40 robot otomatis dipilih untuk menjajal gurun Mojave pada 8 Oktober. Robot pertama yang dapat melalui 240 kilometer gurun dari Los Angeles hingga Las Vegas dalam waktu kurang dari 10 jam akan dinobatkan menjadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh robot yang bertanding, hanya diambil setengahnya sebagai finalis. Penilaiannya dilakukan berdasarkan manuvernya tanpa bantuan manusia dalam menghadapi berbagai rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hadiah yang diperebutkan kali ini lebih tinggi. Panitia yang disponsori Pentagon menaikkan hadiah dua kali lipat lebih besar dibanding kegiatan sebelumnya menjadi Rp 2 juta dollar. Pada perlombaan yang digelar tahun lalu, tidak satu pun dari 15 peserta menyelesaikan perjalanan di gurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan pertandingan kali ini lebih keras dan menantang. Kendaraan hasil modifikasi Humvee buatan Carnegie Mellon University saja, yang dinobatkan memiliki kinerja terbaik setahun lalu, hanya sanggup berjalan sekitar 12 kilometer di gurun sebelum akhirnya berhenti. Padahal tim yang mendesain Humvee bernama Sandstorm telah memperbaiki versi sebelumnya untuk bertanding dalam kesempatan kedua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robot-robot tersebut akan saling berhadapan di California Speedway di Fontana pada bulan September dan Oktober dalam suatu arena yang didesain untuk menguji kemampuan navigasi otomatis. Kendaraan robot tidak boleh dikendalikan dari jarak jauh dan harus menggunakan global positioning system (GPS) dan berbagai sensor, laser, radar, dan kamera untuk menentukan lajunya dan mendeteksi berbagai penghalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbasis pada kemampuannya, akan dipilih 20 robot terbaik yang akan saling menunjukkan kemampuan dalam arena sesungguhnya pada bulan Oktober. Pemberitahuan medannya akan disampaikan dua jam sebelum pertandingan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta yang lolos tahun ini terdiri atas peserta yang juga pernah mengikuti tahun sebelumnya dan mencoba kesempatan kedua. Peserta datang dari 16 negara bagian di AS dan Kanada meliputi peserta perorangan, universitas, perusahaan, dan sekolah menangah. Sekitar 200 peserta mendaftar tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes yang sangat prestisius bertajuk Grand Challenge ini disponsori oleh lembaga riset dan pengembangan bagian Pentagon yang disebut DARPA (Defense Advance Research Projects Agency) untuk mengembangkan kendaraan otomatis yang dapat digunakan dalam peperangan. Balapan ini juga menjadi bagian upaya Pentagon agar sepertiga kendaraan darat dikendalikan secara otomatis pada tahun 2015. (AP/Wah) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111819315919857732?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111819315919857732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111819315919857732' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111819315919857732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111819315919857732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/06/robot-robot-otomatis-akan-bersaing.html' title='Robot-robot Otomatis Akan Bersaing Jelajahi Gurun Mojave'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111637750100566267</id><published>2005-05-18T09:48:00.000+09:00</published><updated>2005-05-18T09:53:05.626+09:00</updated><title type='text'>Call For Paper International Workshop on Fuzzy Logic</title><content type='html'>CALL FOR PAPERS&lt;br /&gt;                             WILF 2005&lt;br /&gt;            Sixth International Workshop on Fuzzy Logic&lt;br /&gt;           Crema (Milan), Italy -- September 15-17, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WILF 2005, this year at its 6th  edition, is an international workshop&lt;br /&gt;on the theoretical, experimental, and applied fuzzy  and, more generally,&lt;br /&gt;soft-computing techniques and systems which brings together researchers&lt;br /&gt;and developers  from  both Academia  and  Industry  to report   on the&lt;br /&gt;latest  scientific  and  theoretical  advances,  to discuss and debate&lt;br /&gt;major issues and to demonstrate state-of-the-art systems.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The scientific program will include, besides two invited talks,&lt;br /&gt;contributed papers that will be presented in plenary oral or poster&lt;br /&gt;sessions. Original and unpublished papers on WILF 2005 main research&lt;br /&gt;areas and related topics are welcome.&lt;br /&gt;Topics of interest include, but are not limited to:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. General techniques and algorithms:&lt;br /&gt;  - Fuzzy Sets;&lt;br /&gt;  - Rough Sets;&lt;br /&gt;  - Possibility Theory;&lt;br /&gt;  - Fuzzy Logic;&lt;br /&gt;  - Fuzzy Systems;&lt;br /&gt;  - Neuro-Fuzzy Systems;&lt;br /&gt;  - Representation of Vague and Imprecise Knowledge;&lt;br /&gt;  - Fuzzy Evolutionary Algorithms;&lt;br /&gt;  - Fuzzy Pattern Recognition;&lt;br /&gt;  - Fuzzy Data Fusion.&lt;br /&gt;2. Applications:&lt;br /&gt;  - Bioinformatics;&lt;br /&gt;  - Broadcasting;&lt;br /&gt;  - Control;&lt;br /&gt;  - Communications;&lt;br /&gt;  - Information Retrieval;&lt;br /&gt;  - Intelligent Resource Management;&lt;br /&gt;  - Knowledge Management;&lt;br /&gt;  - Medical;&lt;br /&gt;  - Opto-mechatronics;&lt;br /&gt;  - Remote Sensing;&lt;br /&gt;  - Robotics;&lt;br /&gt;  - Semantic Web&lt;br /&gt;  - Speech Analysis;&lt;br /&gt;  - Television;&lt;br /&gt;  - Telepresence;&lt;br /&gt;  - Virtual Reality.&lt;br /&gt;3. Implementations:&lt;br /&gt;  - Analog and Digital Circuits and Systems;&lt;br /&gt;  - Architectures and VLSI Hardware;&lt;br /&gt;  - Programmable Processors;&lt;br /&gt;  - Commercial Software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Two special sessions on "Soft Computing in Image Processing" and&lt;br /&gt;"Bioinformatics" are planned. A selection of papers will be peer reviewed&lt;br /&gt;for originality, technical contents and relevance and will be considered for&lt;br /&gt;publication in two special issues of journals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Important Dates:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Submission deadline:             29 May 2005&lt;br /&gt;Notification of acceptance:      20 June 2005&lt;br /&gt;Camera ready papers due:         15 July 2005&lt;br /&gt;Workshop:                        15 September 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Submission:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manuscripts, prepared according to the Springer LNCS format&lt;br /&gt;(instructions downloadable from&lt;br /&gt;http://www.springer.de/comp/lncs/instruct/typeinst.pdf) may not be&lt;br /&gt;longer than 6 pages, including a cover sheet stating&lt;br /&gt;(1) Paper title, (2) Keyword(s), (3) Authors' names and affiliations,&lt;br /&gt;(4) Contact Author's name and contact details including telephone/fax&lt;br /&gt;numbers and e-mail address.&lt;br /&gt;Papers in PDF or gzipped PostScript format have to be submitted, no&lt;br /&gt;later than May 29, 2005 following the link&lt;br /&gt;http://dsa.uniparthenope.it/wilf2005/Submission/tabid/283/Default.aspx&lt;br /&gt;The  papers  will be  peer-reviewed  by  at least  two members  of the&lt;br /&gt;program committee.  Authors will  be notified via email of the results&lt;br /&gt;of the review by June 20, 2005.&lt;br /&gt;Submission implies the willingness of at least one author per paper to&lt;br /&gt;register, attend the workshop, and present the paper.&lt;br /&gt;WILF 2005 Proceedings, including all accepted contributions, will be&lt;br /&gt;published by an international publisher. In addition, two special issues&lt;br /&gt;of international journals are planned, which will include extended versions&lt;br /&gt;of selected WILF 2005 papers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The authors of accepted papers will have to improve their paper on the&lt;br /&gt;basis of  the reviewers' comments and  will be asked to  send a camera&lt;br /&gt;ready  version  of their  manuscripts,  along  with  text sources  and&lt;br /&gt;pictures, by July 15, 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Address: http://dsa.uniparthenope.it/wilf2005/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111637750100566267?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111637750100566267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111637750100566267' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111637750100566267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111637750100566267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/05/call-for-paper-international-workshop.html' title='Call For Paper International Workshop on Fuzzy Logic'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111620499588694723</id><published>2005-05-16T09:51:00.000+09:00</published><updated>2005-05-16T09:56:35.893+09:00</updated><title type='text'>ITS Borong Juara Kontes Robot</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/sonkuswadi/14060802/" title="Photo Sharing"&gt;&lt;img src="http://photos13.flickr.com/14060802_84ed318a5a_o.jpg" width="272" height="208" alt="robotASKAFiKRC2005" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;NYALAKAN PERDAMAIAN: Robot ASKAF-i dari ITS yang memenangkan kontes.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA- &lt;a href="http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&amp;id=4974"&gt;Jawa Pos&lt;/a&gt; - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menunjukkan keunggulannya dalam kontes robot nasional. Tim robot ASKAF-i merebut juara umum Kontes Robot Indonesia (KRI) 2005. Dengan kemenangan tersebut, ASKAF-i meraih tiket mewakili Indonesia dalam ABU Robocon (Kontes Robot Asia Pasific) di Beijing, 27 Agustus 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar lima ribu penonton di Balairung Kampus Universitas Indonesia (UI), tempat perhelatan KRI-KRCI 2005 tersebut, menjadi saksi kemenangan tim ASKAF-i itu. Tim yang terdiri atas Adnan Rahmat Anom Besani, Sigit Hardiyono, Kristian Ari Prasetyo, Arif Zuantono, dan Fuad Hasan tersebut berhasil mengalahkan tim robot Maximum Balance milik tuan rumah UI di partai final pada sore kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KRI-KRCI 2005 yang digelar selama dua hari, 14-15 Mei, itu diikuti 62 tim yang terdiri atas 32 tim di KRI dan 30 tim di KRCI. Untuk KRI, temanya adalah Menggapai Puncak Borobudur Nyalakan Api Perdamaian. Tema tersebut diadopsi dari tema besar yang dipilih penyelenggara Robocon di Beijing, Climb on to the Great Wall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robot otomatis serta manual para peserta bertugas membawa bola api dan memasukkannya ke stupa-stupa agar menyala. Semuanya ada 19 bola api yang harus dimasukkan ke stupa yang dibuat dari keranjang. Laga final kemarin bisa dibilang tidak berimbang. Dalam waktu hanya 2 menit 20 detik, ASKAF-i berhasil memasukkan seluruh bola api. Sedangkan tim Maximum Balance baru memasukkan 5 bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota tim ASKAF-i langsung bersujud syukur di lapangan begitu timnya dinyatakan menang telak atau istilahnya Climb the Great Wall. "Kami benar-benar bersyukur. Beban kami sangat berat karena harus juara," jelas Sigit, ketua tim ASKAF-i, setelah menerima piala Sambawana Pratama Cala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan ASKAF-i tersebut juga tercapai berkat dukungan sekitar 200 suporternya yang berangkat langsung dari Surabaya. Meski jumlahnya tak sebanyak suporter UI, yel-yel "Hidup ITS!" terus berkumandang. Begitu tim kesayangannya dinyatakan juara, para suporter melakukan kor bersama mengucapkan, "Terima kasih UI!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemenangan tersebut, berarti ITS tiga kali berturut-turut menjuarai KRI. Saat KRI pertama pada 2003, tim AISYA ITS menjadi juara setelah mengalahkan tim Unika Widya Mandala (UWM) Surabaya. Tahun lalu, ITS kembali merebut gelar terhormat melalui tim SIFAA. Dan, tahun ini, tim ASKAF-i berhasil mempertahankan reputasi ITS di ajang robot terbesar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Dikti Prof Dr Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menutup KRI-KRCI 2005 menyatakan rasa bangganya terhadap kemampuan robot ITS. "Di Beijing nanti, ITS menjadi tumpuan harapan Indonesia," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rektor ITS Prof Dr Mohammad Nuh DEA yang menyaksikan langsung bersama para pejabat ITS lainnya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Rektor PTN termuda itu tak kuasa menahan air matanya. "Tim ITS yang juara mendapat hadiah SPP gratis selama setahun," ujarnya spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia KRI juga memberikan beberapa penghargaan. Penghargaan bagi peserta dengan spirit tertinggi diberikan kepada tim Free Hq dari Politeknik Caltex, Riau. Penghargaan bagi tim berpenampilan terbaik diberikan kepada robot Nusantara milik Institut Teknologi Bandung. Dan, tim dengan desain inovasi terbaik adalah PRISMA dari Politeknik Negeri Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses ASKAF-i tersebut diikuti rekannya, tim PENSA Mobile, yang memenangi Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2005 untuk kategori robot expert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di KRCI terdapat tiga kategori, yakni robot beroda, robot berkaki, dan robot expert. Di kategori expert, setiap robot melakukan tiga hal. Yaitu, memadamkan lilin, menaiki jalan menanjak, dan menyelamatkan bayi (boneka). Tim PENSA Mobile merupakan tim yang berhasil mengerjakan tiga tugas tersebut. Tempat kedua diduduki tim Raptor dari Politeknik Negeri Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kategori robot beroda dan berkaki, setiap robot harus berhasil mencari serta memadamkan api di ruang berpetak. Untuk kategori robot beroda, juaranya adalah robot Bratasena dari Politeknik Negeri Bandung dan runner-up-nya diraih robot The Vision dari Universitas Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam kategori robot berkaki, juara bertahan Arrachnid_CCTE dari Universitas Surabaya gagal mempertahankan gelarnya dan harus puas di tempat kedua. Arrachnid_CCTE kalah skor dari tim Bladewing dari Institut Teknologi Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dalam KRCI diberikan dua penghargaan. Yakni, tim dengan inovasi terbaik diraih tim Bledhux dari Ubaya. Robot Bledhux merupakan satu-satunya tim yang memadamkan api menggunakan air. Tim lainnya menggunakan kipas untuk meniup lilin. Penghargaan bagi tim yang paling ekonomis diraih robot Zanda dari Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun depan, Dikti telah mengumumkan bahwa KRI-KRCI ke-4 akan digelar lagi di Universitas Indonesia. Alasan utama digelar di Jakarta adalah kota tersebut paling mudah diakses tim-tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. (tom/rin) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111620499588694723?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111620499588694723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111620499588694723' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111620499588694723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111620499588694723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/05/its-borong-juara-kontes-robot.html' title='ITS Borong Juara Kontes Robot'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111613720683111151</id><published>2005-05-15T14:57:00.000+09:00</published><updated>2005-05-15T15:10:21.236+09:00</updated><title type='text'>Selamat Bertanding Robot-robot Terbaik Indonesia...!</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/sonkuswadi/12294849/" title="Photo Sharing"&gt;&lt;img src="http://photos11.flickr.com/12294849_50a2fe9f70.jpg" width="400" height="290" alt="Robocon 011" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suasana pertandingan ABU ROBOCON Korea 2004, siapakah yang akan maju ke Beijing tahun ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bertanding, generasi muda kreatif, tangguh dan maju dalam "Kontes Robot Indonesia (KRI) 2005" 14-15 Mei 2005 di UI. Semoga pemenangnya bisa juga berprestasi di Beijing.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111613720683111151?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111613720683111151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111613720683111151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111613720683111151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111613720683111151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/05/selamat-bertanding-robot-robot-terbaik.html' title='Selamat Bertanding Robot-robot Terbaik Indonesia...!'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111596190989629026</id><published>2005-05-13T14:23:00.000+09:00</published><updated>2005-05-13T14:25:09.900+09:00</updated><title type='text'>Meskipun Minim Biaya, Kontes Robot Makin Diminati</title><content type='html'>Jakarta - &lt;a href="http://www.kompas.com/teknologi/news/0505/12/175733.htm"&gt;Kompas Online&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan kontes robot yang digelar tahun lalu, jumlah peserta Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2005 meningkat lebih dari 30 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Rinaldy Dalimi, Dekan Fakultas Teknik Universitas indonesia yang juga ketua kegiatan tersebut, jumlah proposal yang masuk tahun ini sebanyak 300 proposal, 168 untuk KRI dan 152 untuk KRCI. Sementara, tahun lalu proposal yang masuk sebanyak 200 terdiri atas 98 proposal untuk KRI dan 112 untuk KRCI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari jumlah tersebut sebanyak 32 tim peserta KRI dan 30 robot cerdas berhak mengikuti kontes robot tingkat nasional KRI dan KRCI 2005. Meskipun peserta masih didominasi perguruan tinggi dari Jawa, sebanyak 8 tim berasal dari perguruan tinggi di luar Jawa. Selain itu, kontes robot kali ini juga dibuka untuk umum khususnya KRCI. Dua dari 30 peserta KRCI yang lolos seleksi merupakan wakil perusahaan. Untuk KRI hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang mewakili perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema KRI tahun ini adalah "Menggapai Puncak Borobudur, Nyalakan Api Perdamaian." Tema ini disesuaikan dengan tema ABU Robocon 2005 yaitu "Climp on the Great Wall Light the Holy Fire." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan temanya peserta kontes harus dapat mendesain dua jenis robot, satu jenis robot manual dan beberapa robot otomatis. Robot tersebut harus dapat memasukkan beberapa bola ke dalam keranjang sesuai warna yang ditetapkan dalam tiga menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk robot-robot KRCI peserta cukup mendesain satu robot otomatis yang mampu mencari sumber api, dari lilin yang diletakkan pada salah satu ruangan dalam labirin. Robot yang mampu memadamkan api secepat mungkin tanpa menyentuh atau menabrak dinding dinyatakan sebagai pemenang. Untuk kategori ekspert, yang juga dibuka untuk umum, lebih komplek lagi karena ada dua lilin di dua lantai yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk memenangkan kontes robot diperlukan strategi sehingga proses pembuatan robot akan mengasah kreatifitas para mahasiswa dan kerjasama berbagai disiplin ilmu," kata Dr. Wahidin Wahab, salah satu tim juri dari Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minim Biaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh pembiayaan kontes robot ditanggung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan pelaksanaannya dilakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Meskipun sudah diselenggarakan untuk yang ketujuh kali, kontes robot belum banyak diminati sponsor. Dari total keseluruhan biaya, hanya 10 persen yang diperoleh dari sponsor. Panitia sendiri mengaku belum mampu memberikan hadiah yang sepadan dengan usaha dan kerja keras peserta dalam mendesain robot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia baru bisa menyediakan bantuan dana bagi peserta yang lolos, sebesar 4 juta untuk KRI, 2 juta untuk KRCI, serta biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi selama pelaksanaan lomba. Pemenang setiap kategori mendapat piala tetap dan bergilir. Sedangkan, pemenang KRI akan mewakili Indonesia dalam kontes robot tingkat internasional se Asia Pacifik, ABU Robocon 2005 di Beijing, China tanggal 27 Agustus 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun tidak menyediakan hadiah uang yang besar, jumlah peserta dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal tersebut menunjukkan bahwa minat mahasiswa Indonesia untuk mendalami robot sangat besar, " kata Wahidin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan ada 10 peserta yang dengan sukarela membiayai sendiri segala keperluan untuk mengikuti seleksi nasional nanti," lanjutnya. Hal ini menunjukkan mahasiswa Indonesia memiliki minat yang sangat tinggi untuk menguasai ilmu pembuatan robot. Bahkan menurut pengalamannya mengajar, beberapa mahasiswa sengaja memilih beberapa kuliah yang menunjang cara-cara pembuatan robot. Selain itu, beberapa mahasiswa juga membuat robot sebagai tugas akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal menurut Satrio Soemantri Brodjonegoro, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, kontes robot adalah upaya untuk memacu peningkatan kualitas SDM mahasiswa Indonesia. Sehingga hasil-hasil pembuatan robot kelak dapat diterapkan di bidang industri atau membantu aktivitas sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi robot mahasiswa Indonesia juga tidak kalah bagus dengan negara lain. Robot B-Cak buatan mahasiswa Politeknik ITS bahkan menang dalam kontes robot tingkat internasional tahun  2001, tahun 1990 robot mahasiswa Indonesia memperoleh penghargaan "The Best Idea" dan pada tahun 1995 masuk babak final dengan penghargaan "The Best Performance."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah menarik banyak pihak untuk berpartisipasi dalam ajang KRI dan KRCI 2005 ? Datang dan saksikan kemampuan robot-robot buatan Indonesia, 14-15 Mei 2005 di Balairung Universitas Indonesia, Depok. (Wah)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111596190989629026?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111596190989629026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111596190989629026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111596190989629026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111596190989629026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/05/meskipun-minim-biaya-kontes-robot.html' title='Meskipun Minim Biaya, Kontes Robot Makin Diminati'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111577946987356348</id><published>2005-05-11T11:40:00.000+09:00</published><updated>2005-05-11T11:44:29.880+09:00</updated><title type='text'>Berebut Tiket Ke Beijing</title><content type='html'>&lt;img src="http://photos11.flickr.com/13351841_a9b78d302c_o.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;13 Robot Surabaya Berangkat ke Jakarta&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURABAYA -&lt;a href="http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&amp;id=170668"&gt;Jawa Pos&lt;/a&gt;- Tim-tim Surabaya diprediksikan akan mendominasi Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yang digelar di kampus Universitas Indonesia, 14-15 Mei 2005. Kemarin sore dan hari ini, tim-tim robot dari empat perguruan tinggi itu berangkat ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ITS, Surabaya juga diwakili Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Widya Mandala (UWM), dan UK Petra. Seluruhnya terdapat 13 robot yang akan berlaga. Enam robot di KRI dan 7 robot di KRCI. Mereka akan menghadapi tim-tim robot dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu tim juri KRI 2005 Ir Dadet Pramadihanto PhD menyebutkan, dibanding-tim-tim dari kota lain, tim Surabaya memiliki keunggulan secara teknis. "Tahun ini kekuatannya lebih merata. Tim dari Bandung dan Jakarta semakin maju," kata pakar robot ITS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITS yang merupakan juara bertahan KRI mengirimkan 5 robotnya. Tiga robot untuk KRI, yakni ASKAF-i, The Anchor, dan Bharabudara. Sedangkan di KRCI dua robot, yakni Tread Stone (robot beroda) dan Pensa Mobile (robot expert). Tim ITS sudah berangkat kemarin sore ke Jakarta, dilepas Rektor ITS Prof Dr Mohammad Nuh DEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ubaya mengirimkan empat tim. Di KRI diwakili robot der Mullend, sedangkan di KRCI diwakili Arachnid CCTe (robot berkaki, yang juga juara KRCI 2004); Tortuga (robot beroda); dan Bledhux (robot expert). "Target kami mempertahankan gelar di KRCI," kata Dekan Fakultas Teknik Ubaya Beny Lianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UWM juga tak mau kalah dengan mengirimkan 3 robotnya. Yakni NO 12 MA dan G_RAF yang tampil di KRI, serta Bug-Me yang akan berlaga di KRCI kategori robot berkaki. Sementara UK Petra meloloskan satu robotnya, Spy-D di kategori robot berkaki. Tim ini kemarin masih menyelesaikan latihan terakhirnya. "Masih ada yang harus diperbaiki," kata Lauw Lim Un Tung ST, pembimbing tim Spy-D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRI dan KRCI merupakan kontes robot antarperguruan tinggi di Indonesia yang digelar setiap tahun. Tahun ini, KRI mengambil tema Menggapai Puncak Borobudur Nyalakan Api Perdamaian. Tema ini diadopsi dari tema besar yang dipilih penyelenggara Robocon di Beijing, Climb on to the Great Wall. Pemenang KRI nanti akan mewakili Indonesia di ABU Robocon di Beijing, 27 Agustus 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontes KRI-KRCI, setiap tim harus membuat robot otomatis dan robot manual. Robot-robot ini akan membawa bola api. Bola-bola api ini harus dimasukkan ke stupa-stupa agar menyala. Robot otomatis harus memasukkan bola ke 5 stupa utama, sedangkan robot manual akan memasukkan bola ke stupa di sekeliling candi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk KRCI, aturannya berbeda dengan KRI. Di kategori robot beroda dan berkaki, robot harus berhasil mencari dan memadamkan api lilin yang diletakkan di salah satu sudut ruang berpetak. Sedangkan di kategori robot expert, robot harus menyelesaikan tiga hal. Yakni memadamkan dua lilin menyala, melintasi jalan menanjak, dan menyelamatkan bayi. Untuk menyelamatkan bayi, robot harus mencari boneka bayi. Setelah ditemukan, robot membuat tanda seperti sirine, asap, atau tanda lainnya.(tom) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111577946987356348?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111577946987356348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111577946987356348' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111577946987356348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111577946987356348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/05/berebut-tiket-ke-beijing.html' title='Berebut Tiket Ke Beijing'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111519953800093406</id><published>2005-05-04T18:20:00.000+09:00</published><updated>2005-05-04T18:43:08.906+09:00</updated><title type='text'>Sebanyak 52 Tim Ikut Kontes Robot Indonesia 2005</title><content type='html'>&lt;img src="http://photos10.flickr.com/12294853_46964e3a9e_m.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos10.flickr.com/12294851_097915ddc1_m.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tim dan suporter Indonesia di Robocon Korea 2004 yang diwakili oleh PENS ITS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.gatra.com/artikel.php?id=83820"&gt;Gatra Online&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 52 tim dari universitas negeri dan swasta di Indonesia akan mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Cerdas Robot Indonesia (KCRI) 2005 yang akan digelar pada 14-15 Mei 2005 di kampus UI Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada kemungkinan peserta masih akan bertambah, karena ada sepuluh tim yang sudah dalam tahap konfirmasi, meski belum ada kepastian," kata Panitia Tim Sosialisasi dan Seleksi Kontes Robot Indonesia 2005 untuk Indonesia Timur, Ir Gigih Prabowo kepada Antara di Surabaya, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut Pembantu Direktur (PD) III PENS-ITS itu, ke-52 tim yang sudah memastikan diri akan ikut adalah 32 tim KRI dan 20 tim KRCI, sedangkan sepuluh tim yang masih tahap konfirmasi merupakan tim peserta KRCI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, KRI akan diikuti 32 tim dan jumlah itu tak jauh berbeda dengan jumlah peserta KRI pada tahun lalu, namun KRCI justru akan peningkatan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, ke-20 tim KRCI terdiri atas 12 tim KRCI senior beroda dan lima tim KRCI senior berkaki serta tim KRCI expert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepuluh tim KRCI yang masih tahap konfirmasi adalah empat tim KRCI senior beroda, dua tim KRCI senior berkaki, dan empat tim KRCI expert," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menggembirakan, katanya, 50 persen dari peserta KRI dan KRCI berasal dari Jatim. "Peserta dari ITS ada lima tim, UWM Surabaya empat tim, Ubaya dua tim, STIKOM satu tim, dan UK Petra satu tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dari Malang antara lain Unibraw Malang dua tim, Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Malang satu tim, dan Poltek Malang satu tim, sedangkan peserta dari Jember ada tiga tim dari Unmuh Jember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya-Allah, tim dari ITS atau tim dari Surabaya akan dapat menguasai kontes, karena itu kami akan terus berlatih, termasuk latihan, Kamis (28/4) dan Sabtu (30/4) mendatang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, ITS sendiri mendapat tugas untuk menyosialisasikan kegiatan kontes robot 2005. Untuk juri dari UI, ITB, ITS, IPB, dan Politeknik ManufakturBandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Juara KRI 2005 akan diikutsertakan dalam Kontes Robot tingkat Dunia pada 27 Agustus di Beijing, RRC," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya, KRI diadakan ITS bersama JICA (Japan International Cooperation Agency) pada 2001 yang pemenangnya saat itu mewakili Indonesia ke kontes robot tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Broadcasting (ABU) Robocon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITS dengan Robot B-Cak-nya tahun 2001 pernah memenangkan juara pertama saat kontes itu digelar di Tokyo, Jepang. Kini KRI tingkat nasional itu diselenggarakan Dirjen Dikti dengan penyelenggara Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada 2004 dan 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, pelaksanaan sejak 2004 dibagi dalam dua kegiatan kontes yakni Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRI lebih bersifat game atau permainan yang aturannya mengadopsi dari Kontes Robot Internasional yang akan digelar di Beijing, sedang KRCI lebih menekankan pada tingkat kecerdasan robot yang diadopsi dari lomba robot di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRI 2005 mengambil tema "Menggapai Puncak Borobudur, Nyalakan Api Perdamaian" yang diadopsi dari tema besar yang dipilih penyelenggara Robocon di Beijing yakni Climb on to the Great Wall. [TMA, Ant]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111519953800093406?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111519953800093406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111519953800093406' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111519953800093406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111519953800093406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/05/sebanyak-52-tim-ikut-kontes-robot.html' title='Sebanyak 52 Tim Ikut Kontes Robot Indonesia 2005'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111480500362522865</id><published>2005-04-30T04:21:00.000+09:00</published><updated>2005-04-30T05:05:33.486+09:00</updated><title type='text'>Robot Yang Dapat Berpikir Sendiri ?</title><content type='html'>&lt;img src="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/41091000/jpg/_41091701_robot.203.jpg" /&gt;&lt;img src="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/41091000/jpg/_41091637_lee.203.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tidak akan seperti robot standar (mungkin maksudnya bukan humanoid robot, sonk), tetapi robot yang ditaruh di meja dengan dilengkapi kamera dan lengan robot", kata Prof. Lee (BBC News)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robot-robot yang sekarang ada, baik yang masih berada di tahap pengembangan di lab mau pun yang sudah ada di industri, hanya dapat melakukan tugas-tugas rutin, sulit beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, dan tidak memiliki kemampuan belajar seperti halnya sistem biologi misalnya hewan dan manusia. Karena itu, maka kemudian timbullah ilmu yang kemudian dikenal sebagai "kecerdasan buatan" atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;artificial intelligent&lt;/span&gt; (AI). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, baru-baru ini Prof Mark Lee dari Universitas Aberystwyth (Inggris) bersama-sama 6 institusi lain mengumumkan bahwa mereka berambisi membuat robot yang bisa berpikir sendiri. Proyek ambisius dalam jangka 5 tahun ini akan menelan biaya hingga £1.9 juta yang akan dipikul bersama. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian Prof. Lee, bagaimana membuat tiruan otak biologis, sehingga robot bisa berpikir sendiri. "Manusia dan hewan dapat beradaptasi dengan lingkungannya, dapat melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan dan dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat", jelas Prof Lee kepada &lt;a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/wales/mid_/4495257.stm"&gt;BBC News&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Melalui proyek ini, kita harap dapat memecahkan masalah multi-tasking ini dengan cara menirukan kerja otak manusia", jelas Prof. Lee. Robot itu juga dapat mendeteksi suatu benda, memilah-milah derajat kepentingan dan prioritasnya dengan memfokuskan yang paling penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robot itu tidak akan dalam bentuk yang standar, melainkan dalam bentuk statis di atas meja, dan dilengkapi dengan kamera dan lengan, ujar Prof. Lee. "Seluruh kemampuan itu akan dikoordinasikan dalam bentuk sistem kendali terpusat, seperti kita yakini juga terjadi pada otak kita", jelasnya lagi. "Pengertian mekanisme kerja otak ini merupakan landasan kerja berikutnya, untuk mengajarkan robot bagaimana bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya", jelas Prof. Lee lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, sepanjang (eh sependek --thinx--) pengetahuan penulis, kesulitan utama terletak pada belum adanya teori yang memadai bagaimana mekanisme kerja otak. Teori AI yang telah lama dikembangkan (sejak 1960-an dengan dana yang begitu besar) masih belum menghasilkan suatu penjelasan yang gamblang bagaimana kerja otak sistem biologi itu. Kemudian muncul "teori seksi" seperti "jaringan syaraf tiruan (artificial neural network)" yang menirukan sisi "perangkat keras" sistem jaringan otak dan disusul dengan teori logika "fuzzy" Prof. Lotfi Zadeh; semuanya masih pada tarap "primitif" kalau kita bandingkan dengan masalah yang ada di otak kecoak sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, bersyukurlah kita diberi karunia Allah SWT berupa otak, yang mekanisme kerjanya luar biasa, dengan kemampuan kerja yang sukar ditiru oleh superkomputer yang paling canggih sekali pun... Caranya? Ya.. terus belajar dan belajar...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111480500362522865?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111480500362522865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111480500362522865' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111480500362522865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111480500362522865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/04/robot-yang-dapat-berpikir-sendiri.html' title='Robot Yang Dapat Berpikir Sendiri ?'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111431364187181319</id><published>2005-04-24T12:29:00.000+09:00</published><updated>2005-04-27T23:45:41.823+09:00</updated><title type='text'>Letters from our friend  Andre of SMA 2 Yogyakarta...</title><content type='html'>Dear Andre... and everybody,&lt;br /&gt;Thank you for your interesting questions..... I try my best to answer&lt;br /&gt;it one by one... and I am sorry for my poor English....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Apr 5, 2005 5:14 PM, cothax2003 &lt;cothax2003@yahoo.com&gt; wrote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;  I think ur an old man with white lab suit, wearing geek round&lt;br /&gt;&gt;  glasses n white hair. Sorry but thats what I thought if I wondered a&lt;br /&gt;&gt;  robot developer! But after I saw ur pic, I think ur rather looks&lt;br /&gt;&gt;  like Robert Kiyosaki than Albert Einstein!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oops... I am just ordinary people like you..... I am just a humble&lt;br /&gt;man..trying to play around by making and developing robot...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;  Btw sir Im interestin 2 ur blog! Robotic stuff ha? it sounds like a&lt;br /&gt;&gt;  rare topics in my hood.  How far is ur robot development sir? R u&lt;br /&gt;&gt;  gonna send them here? R u working a useful thing sir? I mean is,&lt;br /&gt;&gt;  sometimes an indonesian who develope a robot is just proud that he&lt;br /&gt;&gt;  can make a robot. But they dont think 2 make it more useful. am I&lt;br /&gt;&gt;  right?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To work toward my PhD degree, I have to develop something new in&lt;br /&gt;robotics.. So I have developed "one-legged hopping robot", that was&lt;br /&gt;very very difficult to control... I use more than 6 computers to&lt;br /&gt;compute the appropriate controller parameters.. and it took more than&lt;br /&gt;one week for computer to complete it.... You can imagine... if we use&lt;br /&gt;manual calculator....may be need a year or more.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But that robot has no practical meaning..., because hopping robot is&lt;br /&gt;still far away to be completed.. many very difficult thing remain to&lt;br /&gt;be solve......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But after I got my PhD.. I am working on something practical,&lt;br /&gt;developing ultrasonic motor .... motor that very special.... because&lt;br /&gt;it can be controlled very precisely.... It can be used for controlling&lt;br /&gt;even missile ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;  Actually Im lot more curious about Japanese culture sir. U know Im a&lt;br /&gt;&gt;  social people, so if ur talkin bout robotic things, maybe I'll just&lt;br /&gt;&gt;  shut n nod my head. coz I dont know what ur talking about. So how&lt;br /&gt;&gt;  good is it  compare 2 indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Technologically... Japanese robot is very advanced... but actually in&lt;br /&gt;terms of human capability... Indonesia is not too bad.... As you might&lt;br /&gt;know..., 3 years ago.. our team win the international robot competion&lt;br /&gt;defeating Japan, US, France and China... So.. it is a matter of how&lt;br /&gt;strong our spirit to develop our country.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;U've stayed there for 5 years&lt;br /&gt;&gt;  right? So u must be learn a lot! So can u tell what'r they used 2&lt;br /&gt;&gt;  do, which is polite, n which one is not, how they interact each&lt;br /&gt;&gt;  others n stuff, esp d teenagers. Coz my bro here is crazy about Japs&lt;br /&gt;&gt;  thing. Well... mostly the comics, but I think it's good 2 right?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We can interact easily with Japanese.. because we sharing similar&lt;br /&gt;value... as Asian people..., they are very polite, especially to us as&lt;br /&gt;foreigner... So many interesting things here in Japan.. so I suggest&lt;br /&gt;all of you to come and see directly....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Or..., you can visit the following interesting site..:&lt;br /&gt;http://www.japaneselifestyle.com.au/culture/culture.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;  Maybe thats all for d first time sir, I hope that I could know u&lt;br /&gt;&gt;  better. Its nice 2 know u... One more thing, Welcome 2 dis social&lt;br /&gt;&gt;  class sir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK... thanks again for accepting me as your group member...&lt;br /&gt;Have a nice day....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111431364187181319?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111431364187181319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111431364187181319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111431364187181319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111431364187181319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/04/letters-from-our-friend-andre-of-sma-2.html' title='Letters from our friend  Andre of SMA 2 Yogyakarta...'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111395104940626684</id><published>2005-04-20T07:41:00.000+09:00</published><updated>2005-04-20T07:55:20.790+09:00</updated><title type='text'>Robot Yg Benar2 Mirip Manusia Berjalan</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.physorg.com/newman/gfx/news/Rabbit_tapis_sm.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekayasawan dari Universitas Michigan, seperti ditulis "Neutron" 19 April lalu, mengungkapkan telah membuat robot mirip manusia (humanoid robot) yang benar-benar dapat berjalan mirip manusia, dalam hal berjalan dan menjaga keseimbangan presis manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lo, kan Jepang, dalam hal ini HONDA dengan Asimo-nya (Advanced Step in Innovative Mobility) sudah sejak 5 tahun lalu meluncurkannya? Memang sih, bedanya dengan robot baru yang disebut "Rabbit" ini, kakinya tidak memiliki tapak kaki. Padahal, Asimo itu dapat berjalan dengan seimbang lebih banyak mengandalkan pada telapak kaki yang lumayan lebar, sehingga kendali keseimbangannya tidak perlu terlalu harus bekerja keras menyeimbangkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dg "Rabbit". Coba lihat gambar di atas... kan tidak ada telapak kakinya.., tetapi tetap bisa berjalan dengan baik. Wah, teknik kendali yang harus dipakai harus canggih nih, kalau tidak ingin sempoyongan lalu roboh.....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111395104940626684?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111395104940626684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111395104940626684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111395104940626684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111395104940626684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/04/robot-yg-benar2-mirip-manusia-berjalan.html' title='Robot Yg Benar2 Mirip Manusia Berjalan'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111365053945858981</id><published>2005-04-16T20:07:00.000+09:00</published><updated>2005-04-16T20:30:29.060+09:00</updated><title type='text'>Humanoid Robot Segera Dijual: Untuk Sekuriti dan Hiburan</title><content type='html'>&lt;img src="http://nuvo.jp/concept/img/photo_concept.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;Humanoid robot mini akan segera memasuki pasaran Jepang, seharga 588.000 yen (sekitar 45 juta rupiah). Robot "nuvo" buatan ZMP.Inc dengan tinggi 39 cm dan berat 2.5 kg ini memiliki kemampuan untuk berjalan, bangun dan mengikuti perintah suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robot ini juga dilengkapi dengan kamera digital di kepalanya, sehingga dimungkinkan pemiliknya untuk melihat situasi rumahnya, dengan mengendalikannya melalui telpon selulernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Robot ini selain bisa dikendalikan secara jarak jauh, juga dapat melakukan tarian-tarian, juga dapat melantunkan suara musik. Baterenya memiliki kekuatan 1.5 jam, bila di-charge 2 jam, menurut juru bicara perusahaan tersebut, seperti dilansir "Japan Times".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZMP Inc., perusahaan ventura yang berbasis di Tokyo ini berharap dapat menjual 2300 robot. Penjualannya dilakukan baik melalui Internet, mau pun langsung di showroom mereka di kawasan Minato-ku Tokyo. Peminat luar Jepang, nampaknya harus menahan diri, karena perusahaan itu tidak bermaksud menjualnya ke luar Jepang. Apalagi, buat kebanyakan bangsa kita... kecuali -mungkin- peminat robotika sekali gus koruptor... Adakah...?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111365053945858981?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111365053945858981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111365053945858981' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111365053945858981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111365053945858981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/04/humanoid-robot-segera-dijual-untuk.html' title='Humanoid Robot Segera Dijual: Untuk Sekuriti dan Hiburan'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111317341603908183</id><published>2005-04-11T07:22:00.000+09:00</published><updated>2005-04-11T08:39:12.223+09:00</updated><title type='text'>Dijual: Sensor Setan!</title><content type='html'>SolidAlliance Corp., Jumat (8/4) kemarin meluncurkan sensor setan (sungguh...sensor setan...) portabel yang diberi nama "GhostRadar" itu, untuk konsumen Jepang. Perusahaan yang biasa memproduksi penyimpan data dengan bentuk unik seperti bebek atau "sushi" (makanan ikan mentah khas Jepang) itu akan meluncurkan produk serupa di Amerika Serikat tidak lama lagi, kata Yoichiro Saito, presiden perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghostradar tersebut akan berbunyi dan menyalakan lampu merahnya bila ada gelombang elektromagnetik yang tidak biasa. Alat tersebut juga bereaksi terhadap panas tubuh dan keringat bila pemakai menempelkan jarinya pada alat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;GhostRadar tersebut dapat bekerja dengan antarmuka(interface) USB, persis sama dengan penyimpan memori populer akhir-akhir ini. Memori sensor tersebut berkisar antara 128-512 megabyte. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor tersebut dianjurkan untuk pemakai yang sendirian di larut malam (ada sensornya kan tambah ngeri..he...he...), dan untuk pemakai yang penasaran bila ada "tamu" supernaturalnya, ujar Saito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat tersebut akan berbunyi sebanyak sekali dalam satu jam di tempat yang dideteksi ada gelombang elektromagnetik yang tidak biasa, dan -tentu saja- tidak akan bereaksi bila berada di tempat lain. Saito menolak memberikan lebih rinci bagaimana sensor tersebut bekerja. "Alat ini bukan game, alat ini adalah alat pengukur", kata dia berdiplomasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tunggu saja, kapan alat yang berharga 19.800 yen (sekitar 1.6 juta rupiah) ini akan masuk ke Indonesia. Wah..., makin banyak nanti yang bisa jadi dukun...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111317341603908183?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111317341603908183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111317341603908183' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111317341603908183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111317341603908183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/04/dijual-sensor-setan.html' title='Dijual: Sensor Setan!'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111253281193686218</id><published>2005-04-03T21:27:00.000+09:00</published><updated>2005-04-03T22:00:30.410+09:00</updated><title type='text'>"ACTROIDS" Robot Cantik di Aichi Expo</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.asahi.com/english/Herald-asahi/image/TKY200504020098.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Robot cantik Actroids menyambut pengunjung Aichi Expo, dalam empat bahasa: Jepang, Inggris, Korea dan China&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aichi Expo, yang merupakan ajang pameran internasional yang akhir Maret ini dibuka, juga merupakan ajang bagi Jepang untuk mempertontonkan kepada dunia akan kecanggihan pengembangan robot mereka. Mulai dari robot pelayan hingga petugas keamanan, robot-robot tersebut digelar di arena pameran tersebut, baik secara bersama-sama dengan manusia, atau pun bahkan menggantikan tenaga manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti di pintu utara, kita dapat melihat robot cantik "ACTROIDS" yang menyambut pengunjung dalam empat bahasa: Jepang, Inggris, Korea dan China. Robot buatan Kokoro Co. dan perusahaan pengenalan suara Advanced Media Inc. tersebut dengan semangat mengajak pengunjung untuk menikmati expo yang akan digelar hingga September mendatang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak dari robot tersebut memiliki 10 ribu kata-kata bahasa Jepang. Bila ada seseorang bertanya kepada robot tersebut, maka akan terjadi proses pengenalan suara, memaknai maksud pertanyaan dan kemudian akan terdengar jawaban robot tersebut. Bila ada pertanyaan yang sulit, maka robot tersebut dengan sopan akan mengatakan: "Pertanyaan tersebut akan dijawab oleh staf lain, ada pertanyaan lain?" Memang nampaknya robot tersebut hanya dirancang untuk menjawab pertanyaan sederhana, misalnya umurnya, jenis kelaminnya dan semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robot lain, yang bekerja diam-diam adalah SuiPPi buatan Matsushita Electric Works. Robot tersebut berjalan berdasarkan peta yang telah direkam sebelumnya dan dilengkapi delapan sensor laser dan ultrasonik untuk menghindari bila ada halangan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Robot tersebut dilengkapi gelombang suara dan cahaya untuk menghindari halangan", kata Y. Kitano, general manager kelompok pengembangan robot manusia di lab penelitian rekayasa produksi Matsushita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor SuiPPi dapat mendeteksi obyek lebih kecil dari 100 gram dan dapat berhenti seketika untuk menghindari kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping robot pembersih, ada robot keamanan. Robot buatan Tmsuk Co, yang diberi nama "Mujiro" dapat menemukan dan membuang obyek yang mencurigakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda datang di ekspo tersebut nanti 10-19 Juni, kita dapat melihat 65 robot unik yang sedang dikembangkan di Jepang, di mana produk komersilnya masih akan diluncurkan 2020.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... kita bisa melihat teknologi masa depan di Aichi Expo. Ayo buruan ke sana...!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111253281193686218?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111253281193686218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111253281193686218' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111253281193686218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111253281193686218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/04/actroids-robot-cantik-di-aichi-expo.html' title='&quot;ACTROIDS&quot; Robot Cantik di Aichi Expo'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111235586935423164</id><published>2005-04-01T20:33:00.000+09:00</published><updated>2005-04-01T20:44:54.983+09:00</updated><title type='text'>Interesting Site: David Cook's Robot Room</title><content type='html'>Hi,&lt;br /&gt;Penggemar robot sekalian...&lt;br /&gt;Berikut ini ada site menarik..., milik David Cook:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://robotroom.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;IMG SRC="http://www.linefollowing.com/robotroom/DavidThinking.gif" WIDTH="229" HEIGHT="163" VSPACE="0" BORDER="0" ALT="David Cook thinking about robots"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana Anda akan dpt membaca petunjuk-petunjuk praktis pembuatan robot, baik aspek mekanik, elektronika maupun kendalinya... Cook adalah insinyur di Motorolla, di mana dia adalah bekerja dalam pengembangan perangkat lunak. Aspek mekanika dan elektronikanya dia pelajari sendiri secara otodidak. Dari pengalaman praktisnya itu, dia menulis dua buku robot,  yg pertama adalah untuk pemula, dan yang kedua ... tentu saja... kelas menengah alias intermediate...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111235586935423164?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111235586935423164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111235586935423164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111235586935423164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111235586935423164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/04/interesting-site-david-cooks-robot.html' title='Interesting Site: David Cook&apos;s Robot Room'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111112354761659309</id><published>2005-03-18T14:09:00.000+09:00</published><updated>2005-03-18T14:25:47.623+09:00</updated><title type='text'>CFP 4th IFAC-Symposium on Mechatronic Systems</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MECHATRONICS 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;4th IFAC-Symposium on Mechatronic Systems&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wiesloch / Heidelberg, Germany&lt;br /&gt;September 12th-14th, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sponsor:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;IFAC International Federation of Automatic Control&lt;br /&gt;Technical Committee on Mechatronic Systems&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cosponsors:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;IEEE, ASME&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Organizers:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•VDI/VDE-Gesellschaft Mess- und Automatisierungstechnik (GMA)&lt;br /&gt;• Technische Universität Dresden, Institute of Automation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Scope:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mechatronic systems comprise the synergetic functional and spatial integration of mechanical components with electronic systems and embedded information technology. This design paradigm results in innovative, smart and intelligent products.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faster innovation cycles required by the markets and evolving advances in materials and microelectronics call for improved engineering solutions in this challenging multi-disciplinary field.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Automatic control plays a traditional strong role for the design of mechatronic systems. The feedback principle forms the basis for every controlled motion, understanding and influencing the dynamic interaction between mechatronic components is mandatory for robust product operation and machine intelligence offers new perspectives in system autonomy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The goal of this Symposium is to continue the successful IFAC symposium series on mechatronic systems (2000 Darmstadt, 2002 Berkeley, 2004 Sydney) and to bring together experts in this interdisciplinary field from all over the world. The Symposium will give an overview about the state-of-the-art and will show the front-end as well as most recent research results and developments.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Symposium on Mechatronic Systems 2006 will be held in conjunction with the event "50 Years of IFAC” which will be celebrated on September 15th in Heidelberg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Topics:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;A. control and identification of mechatronic systems (nonlinear control, nonlinear estimation and filtering, robust control, adaptive control, hybrid control, etc.)&lt;br /&gt;B. methods and tools for multi-disciplinary modelling, design, simulation, test, verification, rapid prototyping&lt;br /&gt;C. safety and reliability (diagnosis, failure tolerance, failure management, etc.)&lt;br /&gt;D. human-machine-interaction (haptic interfaces, force feedback, impedance control, etc.)&lt;br /&gt;E. mechatronic components and devices (actuator and sensor systems, non-conventional actuators, signal processing, etc.)&lt;br /&gt;F. applications and products such as robotics, machines, vehicles, automotive systems, marine, aerospace, optical systems, bio-medical systems, micro-/nanosystems, smart structures, vibration and noise control, motion control&lt;br /&gt;G. academic education and further training&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Best Paper Awards&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Awards will be given in different categories such as student, industrial and innovation papers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Submission of Papers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Please send a draft paper (A4 size) with 4-6 pages in English until Jan. 15th, 2006 by e-mail to ringelmann@vdi.de. The draft paper should clearly indicate the merits of the new contributions and the relevance to the theme of mechatronic systems. Only unpublished papers may be submitted. Please structure the first page as follows: (1) Title, (2) authors, complete address(es), affiliations, phone/fax number, email address, (3) classification symbol according to topics (e.g D), 10 keywords.&lt;br /&gt;The draft paper should show the main contributions, figures, equations etc. and related literature to allow a fair reviewing procedure by the International Program Committee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Deadlines&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proposals for invited sessions: Jan. 15th, 2006&lt;br /&gt;Submission of contributed papers: Jan. 15th, 2006&lt;br /&gt;Notification of acceptance: March 15th, 2006&lt;br /&gt;Submission of final papers: June 19th, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;International Program Committee (IPC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Chair: K. Janschek (DE)&lt;br /&gt;Co-Chair: M. Tomizuka (US)&lt;br /&gt;IFAC TC Representatives:&lt;br /&gt;TC 4.2 Mechatronic Systems: R. Goodall (UK)&lt;br /&gt;TC 4.3 Robotics J. Sasiadek (CA)&lt;br /&gt;TC 2.1 Control Design L. Del Re (AT)&lt;br /&gt;TC 3.1 Computers for Control R. Sanz (ES) (invited)&lt;br /&gt;TC 3.3 Computer &amp; Telematics H. Roth (DE)&lt;br /&gt;TC 6.4 Safeprocess L. Nielsen (SE’)&lt;br /&gt;TC 7.1 Automotive Control L. Guzzella (CH)&lt;br /&gt;TC 7.2 Marine Systems A. Tiano (IT)&lt;br /&gt;TC 7.3 Aerospace D. De Bra (US)&lt;br /&gt;K. Schilling (DE)&lt;br /&gt;TC 7.5 Intelligent Autonomous H. Asama (JP) (invited)&lt;br /&gt;Vehicles&lt;br /&gt;J. van Amerongen (NL) R. Koeppe (DE)&lt;br /&gt;M.H. Ang (SG) A. Kugi (DE)&lt;br /&gt;T. Bertram (DE) C.W. Lee (KR)&lt;br /&gt;G. Bretthauer (DE) G. Magnani (IT)&lt;br /&gt;H. van Brussel (BE) C. Melchiorri (IT)&lt;br /&gt;M. Buss (DE) M. Meng (CN)&lt;br /&gt;G.T.C Chiu (US) R. Moheimani (AU)&lt;br /&gt;D. Cho (KR) G. Morel (FR)&lt;br /&gt;B. Corves (DE) R. Nordmann (DE)&lt;br /&gt;A.J. Fleming (UK) J.H. Oh (KR)&lt;br /&gt;K. Furuta (JP) K. Ohnishi (JP)&lt;br /&gt;G. Gissinger (FR) H. Peng (US)&lt;br /&gt;A. Halme (FI) N. Piat (FR)&lt;br /&gt;H. Hashimoto (JP) G. Roberts (UK)&lt;br /&gt;B. Heimann (DE) S. Rock (US)&lt;br /&gt;C. Hierold (CH) K. Schlacher (AT)&lt;br /&gt;M. Hiller (DE) H. P. Schoener (DE)&lt;br /&gt;G. Hirzinger (DE) B. Siciliano (IT)&lt;br /&gt;J. Hu (TW) R. Siegwart (CH)&lt;br /&gt;R. Isermann (DE) R. Sutton (UK)&lt;br /&gt;B. Iung (FR) H. Thompson (UK)&lt;br /&gt;M. Kaneko (JP) T.Ch. Tsao (US)&lt;br /&gt;O. Kaynak (TR) B. Yao (US)&lt;br /&gt;C. Knospe (US) J.Y. Yen (TW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;National Organizing Committee (NOC):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Chair: F. Harbach&lt;br /&gt;R. Bertrand S. Kock&lt;br /&gt;Ch. Ehmann M. Münchhof&lt;br /&gt;K. Janschek D. Westerkamp&lt;br /&gt;M. Kaufmann&lt;br /&gt;Organization by VDI/VDE-GMA:&lt;br /&gt;A. Ringelmann D. Westerkamp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mailing Adress:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Please address all correspondance to:&lt;br /&gt;VDI/VDE-GMA&lt;br /&gt;Mrs. A. Ringelmann&lt;br /&gt;P.O.Box 10 11 39 Graf-Recke-Str. 84&lt;br /&gt;D-40002 Duesseldorf. D-40239 Duesseldorf, Germany&lt;br /&gt;Phone: +49 (0) 211 62 14-2 28&lt;br /&gt;Fax: +49 (0) 211 62 14-1 61&lt;br /&gt;E-Mail: ringelmann@vdi.de&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Copyright:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The material submitted for presentation at an IFAC meeting (congress, symposium, conference, workshop) must be original, not published or being considered elsewhere. All papers accepted for presentation will appear in the Preprints of the meeting and will be distributed to the participants. Papers duly presented will be archived and offered for sale, in the form of Proceedings, by Elsevier Science Ltd., Oxford, UK. The presented papers will be further screened for possible publication in the IFAC journals Automatica and Control Engineering Practice, or in an IFAC affiliated journal. A record of all presented papers will also appear in Control Engineering Practice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright of material presented at an IFAC meeting is held by IFAC. Authors will be sent a copyright transfer form. Automatica, Control Engineering Practice and, after these, IFAC affiliated journals have priority access to all contributions presented. However, if the author is not contacted by an editor of these journals, within three months after the meeting, the author is free to re-submit the material for publication elsewhere. In this case, the paper must carry a reference to the IFAC meeting where it was originally presented.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Venue:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The Symposium will be held at the PALATIN Kongress Hotel in Wiesloch near by Heidelberg, the city where the event "50 Years of IFAC” will be celebrated on September 15th 2006. The PALATIN Kongress Hotel in the center of Wiesloch was built in 1992. Within the years it became a main location for events of all kinds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiesloch:&lt;br /&gt;Wiesloch is situated in the heart of one of Germany's most famous wine growing areas. This city is close to important corporate sites and has - at the same time - lovely Heidelberg and the picturesque Neckar valley with ruined castles on the hills and neat little villages by the river, nearby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heidelberg:&lt;br /&gt;The name stands for the world-famous Castle and a picturesque Old Town in breathtakingly beautiful surroundings. It stands both for Germany's oldest university and modern research facilities. For historic streets and a lively university atmosphere. For total relaxation and beautiful walks, plus stimulating international conferences and festivals. It also stands for the longest and one of the most attractive pedestrian zones in Europe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Symposium Style:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The Symposium will include plenary papers, contributed and invited paper presentation, poster sessions and discussion sessions.&lt;br /&gt;The official Symposium language is English.&lt;br /&gt;The registration fee will be about 490 EUR + VAT for all participants.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Current information:&lt;br /&gt;http://www.mechatronics2006.com&lt;br /&gt;http://www.ifac-control.org&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111112354761659309?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111112354761659309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111112354761659309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111112354761659309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111112354761659309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/03/cfp-4th-ifac-symposium-on-mechatronic.html' title='CFP 4th IFAC-Symposium on Mechatronic Systems'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111105250731268432</id><published>2005-03-17T18:36:00.000+09:00</published><updated>2005-03-17T18:41:47.313+09:00</updated><title type='text'>CFP - Special Session on Evolvable Machines (IEEE CEC 2005)</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.dcs.ex.ac.uk/~dwcorne/cec2005/"&gt;IEEE Congress on Evolutionary Computation&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edinburgh, UK&lt;br /&gt;September 2nd to 5th., 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isebis.eng.uerj.br/E-Machine.html"&gt;Special Session on Evolvable Machines &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Chairs: Nadia Nedjah and Luiza de Macedo Mourelle&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Methods for artificial evolution of components, such as programs and hardware, are rapidly developing branches of alternative design methodology for machine engineering. They include the development, evaluation and application of methods that mirror the process of the Darwinian theory of natural selection and produce, as results, computational expressions, e.g. algorithms, or machines, e.g. mechanical or electronic devices. This special session will be devoted to reporting innovative and significant progress in automatic evolutionary design methodology of machines. The topics covered by the session are:&lt;br /&gt;- Evolvable Hardware;&lt;br /&gt;- Genetic Programming;&lt;br /&gt;- Evolutionary Robotics;&lt;br /&gt;- Evolutionary Machine Design Experiences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Accepted papers will be included in the proceedings of CEC which will be published by IEEE. Selected papers will be published in a planned special session of Journal of Universal Computer Science (J.UCS) published by Springer. Papers are solicited on topics above and the time schedule is:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paper Submission: April, 11th., 2005&lt;br /&gt;Provisional Notification: May 19th., 2005&lt;br /&gt;Camera-Ready Submission: June 11th., 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For further details please, contact the session chairs:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia Nedjah&lt;br /&gt;Electronics Engineering &amp; Telecommunications, Engineering Faculty,&lt;br /&gt;State University of Rio de Janeiro&lt;br /&gt;nadia@eng.uerj.br&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luiza de Macedo Mourelle&lt;br /&gt;System Engineering &amp; Computation, Engineering Faculty, State&lt;br /&gt;University of Rio de Janeiro&lt;br /&gt;ldmm@eng.uerj.br&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tel: +55 21 2587 7442&lt;br /&gt;fax: +55 21 2587 7374&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111105250731268432?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111105250731268432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111105250731268432' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111105250731268432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111105250731268432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/03/cfp-special-session-on-evolvable.html' title='CFP - Special Session on Evolvable Machines (IEEE CEC 2005)'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111103373584221044</id><published>2005-03-17T13:20:00.000+09:00</published><updated>2005-03-17T13:31:40.150+09:00</updated><title type='text'>Tanya Pak... Robot di Indonesia Sudah Sampai di Mana - 2 ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berikut ini email kedua dari Harmein Khagi, mahasiswa Desain Produk ITB:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Mas Ogi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; agak aneh Pak kalo saya dipanggil mas, hehehehe...&lt;br /&gt;&gt; (maklum bukan jawa, hehehe)&lt;br /&gt;Lha saya manggilnya apa dong.., kakek ? he..he... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; saya belum melihat teknologi robot yang diterapkan diluar industri..&lt;br /&gt;&gt; mungkin hal ini terbentur dengan kondisi indonesia&lt;br /&gt;&gt; dengan tenaga kerja, dan perekonomiannya. sampai&lt;br /&gt;&gt; dengan sub-teknologi robot yang sederhana pun sering&lt;br /&gt;&gt; diperdebatkan kehadirannya di masyarakat. terlalu mahal lah dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di luar industri.. memang juga di negara maju masih dlm tahap penelitian. Misalnya saja di bidang kedokteran, operasi pakai robot misalnya.. Di Jepang, hanya RS di Kyoto yg mulai memakainya, itu pun masih dlm tahap uji coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aplikasi lain, misalnya untuk rehabilitasi orang yg sakit, misalnya baru operasi..., orang tua yg sdh kurang kuat tenaganya.. Di sini, robot dipakai untuk membantu membuat orang itu dapat melakukan aktifitasnya sendiri, tanpa bantuan orang lain. Di Jepang, di mana makin banyak orang tua yg masih sehat hingga umur 80-an, dan anak-anak mereka terlalu sibuk untuk membantu orang tuanya, maka perlu robot yg bisa&lt;br /&gt;membuat orang tua itu dapat melakukan aktifitas sehari2nya. Penelitian macam ini di Jepang lagi marak, dengan biaya yg amat besar, karena memang di masa depan (10 hingga 20 tahun lagi), orang tua semacam ini bisa mencapai 50 persen dari keseluruhan penduduk...). Kalau di Indonesia, tingkat harapan hidup kan cuma 60-an, shg masih kuat sudah meninggal.... Jadi masih tidak relevan penelitian robot macam begini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian lain, adalah robot hiburan (entertainment robot). Misalnya SONY dengan AIBO-nya... Robot semacam ini sekarang masih "redup" nasibnya. Di Jepang sendiri harganya masih dianggap mahal (sekitar 200 ribu yen, atau 16 juta rupiah) "hanya" untuk robot anjing yg kecerdasannya masih dalam tahap primitif, paling-paling hanya menarik sebentar saja, lalu orang akan bosan... Penelitian semacam ini di Indonesia..&lt;br /&gt;masih bisa dianggap pemborosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, yg mungkin perlu dipikirkan adalah penelitian tentang robot penyelamat (RESCUE ROBOT). Kita tahu, akibat musibah tsunami di Aceh tempo hari, betapa banyak korban yang mestinya bisa diselamatkan, kalau ada robot semacam ini. Di Amerika, penelitian robot semacam ini sudah marak, apalagi dipacu dengan tragedi menara kembar WTC yang runtuh 11 September 2001 itu. Memang sih, pada tahap sekarang, penelitian robot ini&lt;br /&gt;hasilnya masih terlalu primitif. Dari aspek mekanikanya sih sudah bagus (mampu menerobos di tempat2 sempit dan sulit, dapat bergerak dalam segala medan), tetapi dari aspek autonomousnya masih jauh dari harapan (misalnya kemampuan mengenali sendiri lokasi korban baik melalui sensor visual, sensor suara, mau pun sensor peraba). Penelitian robot jenis ini di Indonesia sudah waktunya digalakkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;  &lt;br /&gt;&gt; jadi apa kita harus terus berkelit dengan alasan2 itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya nggak... kita harus memulai, dengan tetap prihatin terhadap kondisi tanah air yang memang masih memerlukan biaya untuk bisa sekedar hidup.... Peneliti robot, mestinya tidak terlalu manja.. harus menciptakan terobosan2 agar mampu meneliti, dengan biaya yang ada. Masih banyak peluang, misalnya dengan penelitian bersama dengan institusi luar negeri...&lt;br /&gt;&gt; &lt;br /&gt;&gt; dan akhirnya akan selalu tertinggal dengan negara2 lain.&lt;br /&gt;&gt; so.. gmana caranya kita mengenalkan teknologi robot&lt;br /&gt;&gt; ini kemasyarakat Pak??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes robot yang marak sekarang ini merupakan sarana penting dan murah untuk memperkenalkan robot ke masyarakat. Masyarakat -paling tidak- akan memiliki apresiasi yang memadai tentang robot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, kita perlu melakukan "road show" ke sekolah2, untuk mendemonstrasikan pembuatan robot sederhana. Siapa tahu, di antara mereka akan lahir ahli robot terkemuka nantinya....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111103373584221044?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111103373584221044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111103373584221044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111103373584221044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111103373584221044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/03/tanya-pak-robot-di-indonesia-sudah_17.html' title='Tanya Pak... Robot di Indonesia Sudah Sampai di Mana - 2 ?'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111094759983937026</id><published>2005-03-16T13:15:00.000+09:00</published><updated>2005-03-17T13:31:02.823+09:00</updated><title type='text'>Tanya Pak... Robot di Indonesia Sudah Sampai di Mana -1 ?</title><content type='html'>Berikut ini ada email menarik dari Harmein Khagi, mahasiswa Desain Produk ITB:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;salam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak, saya mahasiswa Desain Produk ITB dan tertarik dengan robot,&lt;br /&gt;saya dapat info mengenai Bapak dari Waluyohadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya mau tanya mengenai robot khususnya robot di Indonesia.&lt;br /&gt;"gmana perkembangan robot di Indonesia dan penerapanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih..&lt;br /&gt;Ogi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mas Ogi yth,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih telah sudi berkenalan dengan saya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Mas Ogi menarik... mengenai perkembangan robot di Indonesia dan penerapannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin saya tidak bisa terlalu bercerita banyak... tetapi mudah2an yang sedikit ini membantu Mas Ogi menelusuri lebih lanjut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spt yg telah saya tulis di &lt;br /&gt;&lt;a href="http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/03/tokoh-robot-indonesiana-1.html"&gt; Tokoh Robot Indonesiana 1 &lt;/a&gt;  di situ saya memperkenalkan Endra Pitowarno, sahabat saya yg punya peran besar dlm mempopulerkan robot melalui perlombaan robot yg diadopsi dari Jepang. Sekarang, perlombaan robot di Indonesia telah populer, dan makin banyak mahasiswa yg senang mempelajari robot.... secara nyata, langsung praktek, tanpa perlu baca teori melulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan hal penting, krn ibarat belajar renang, kalau cuma teori saja maka tidak akan banyak berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kalau secara teori, pelajaran robot telah lama ada di beberapa kurikulum perguruan tinggi. Ada yg pelajarannya secara eksplisit menyebut robot, ada yg diselipkan di pelajaran tertentu, misalnya pelajaran Teknik Kendali di &lt;a href=" http://csd.newcastle.edu.au/control//index.html"&gt;Newcastle University &lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi di industri, sebenarnya banyak... cuma orang tidak tahu saja. Dulu di Bandung ada pabrik IC, krn memakai robot, maka sama menteri naker waktu itu dilarang beroperasi, karena katanya akan mengurangi kesempatan kerja. Akhirnya perusahaan itu pindah ke Malaysia, dan kita kalau jauh sama Malaysia tentang industri IC ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang robot tidak selamanya pas dipakai di industri. Misalnya pabrik rokok.., kalau semuanya pakai robot, habislah tenaga kerja kita. Tapi kalau perusahaan IC, misalnya, maka robot sangat diperlukan, krn makin lama IC itu makin kecil.., maka tidak mungkin menggunakan manusia dlm banyak prosesnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah menyaksikan pabrik penyamakan kulit di pelosok Jawa Timur saja  sdh pakai robot... Apalagi di pabrik pengolahan kayu..., di pengeboran minyak dlsb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spt yg saya tulis di &lt;a href="http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/buat-apa-belajar-robot.html"&gt; Buat Apa Belajar Robot&lt;/a&gt;,mahasiswa yg belajar robot tidak selalu harus menangani robot ketika dia lulus. Yg lebih penting, seseorang yg belajar robot akan terbentuk pribadi yg punya semangat kerja yg kuat, tekun, teamworknya bagus, wawasan keilmuannya menjadi luas dlsb.. yg itu semua amat diperlukan untuk memecahkan masalah apa pun ketika dia bekerja... Krn itu tidak heran, banyak perusahaan besar datang ke saya, untuk mencari lulusan yg menang kontes robot..., nggak perlu dites.. paling cuma dilihat kemampuan bhs Inggrisnnya.., sdg kemampuan yg lain.. sdh dipercayakan ke proses ketika mereka ikut lomba robot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, di ITS kan ada jurusan desain produk.. Kami juga sering berdiskusi dengan mereka dlm perancangan robotnya, terutama dari aspek "appearance" dan human factornya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu Mas Ogi..., kalau ada yg perlu didiskusikan lagi, dg senang hati saya akan membalasnya, kalau saya tahu... (maaf, saya sering sok tahu sih..he..he..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Son Kuswadi &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111094759983937026?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111094759983937026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111094759983937026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111094759983937026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111094759983937026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/03/tanya-pak-robot-di-indonesia-sudah.html' title='Tanya Pak... Robot di Indonesia Sudah Sampai di Mana -1 ?'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111077515809603234</id><published>2005-03-14T12:34:00.000+09:00</published><updated>2005-03-14T13:59:53.260+09:00</updated><title type='text'>Wilbur &amp; Orville Wright: 100 Orang Paling Berpengaruh Versi TIME</title><content type='html'>&lt;img src="http://i.timeinc.net/time/time100/images/main_wright.jpg" alt="" height="250" width="376" border="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah &lt;a href="http://www.time.com/time/time100/scientist/"&gt;TIME&lt;/a&gt; telah memilih Wilbur dan Oliver Wright sebagai salah (dua) orang yang paling berpengaruh di abad 20, untuk kategori saintis dan pemikir. Di kategori terpampang nama-nama besar seperti Albert Enstein, Enrico Fermi, Alan Turing, Alexander Fleming hingga Sigmund Freud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tulisan saya ini menyorot Wright bersaudara? Apa hubungannya dengan dunia robot? Apa pelajaran yang dapat kita petik dari kedua bersaudara tersebut? Bukankah telah ada banyak orang yang punya "mimpi" serupa dengan mereka untuk dapat terbang meniru burung-burung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baiklah... Saya ingin menyoroti Wright bersaudara, karena saya ingin menonjolkan "semangat" mereka melalui kerja keras yang tidak pantang menyerah dengan melakukan berkali-kali eksperimen meski dengan berbekal ilmu teoritis ilmu aerodinamika yang amat minim (atau bahkan bisa dikatakan nihil bila dibandingkan dengan teori aerodinamika yang ada sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilbur dan Orville Wright adalah merupakan contoh saintis (well istilah saintis untuk mereka berdua agak kurang tepat, tapi saya tetap memakainya, mengikuti TIME) yang punya angan-angan tinggi untuk memungkinkan orang bisa terbang, tetapi tetap "down to earth" dengan berbisnis sepeda melalui perusahaan Wright Cycle Co., yang mereka dirikan di Dayton, Ohio, pada 1892. Ketika mereka berhasil merealisasikan mesin terbang yang dikendalikan oleh manusia pada 1903 di Kitty Hawk, N.C, maka mereka telah membuat dunia ini makin kecil saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wright bersaudara telah terpesona dengan ide terbang sejak belia. Pada 1878, ayah mereka, seorang pendeta, memberi mereka "pesawat terbang" mainan dari bambu, yang digerakkan dengan karet dan memiliki tubuh yang dibungkus dengan kertas. Mereka segera saja memainkan mainan tersebut dan tidak lama kemudian rusaklah mainan tersebut. Tetapi tidak demikian dengan "kenangan kreatif" mereka. Dalam otak mereka, ide "pesawat terbang" itu terus menari-nari dalam benak mereka. Sejak itu, mereka secara otodidak mempelajari banyak buku tentang teknik-teknik manusia terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan empat tahun (ya empat tahun.... lama sekali ya..) mereka membuat sejarah di Kitty Hawk, mereka membuat mesin terbang dengan skala kecil - sebuah "layang-layang" tanpa pilot dengan sayap selebar 5-ft yang terbuat dari kayu, kawat dan baju. Berdasarkan eksperimen-eksperimen tersebut mereka yakin akan dapat membuat pesawat terbang yang mampu mengangkut manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksperimen-eksperimen mereka tentu saja memerlukan ongkos yang tidak sedikit, tetapi bisnis sepedanya cukup menunjang keperluan mereka (suatu ide- yang entah ada hubungannya apa tidak- yang dilakukan pelukis Afandi(alm) sebelum dia terkenal.. untuk memenuhi keperluan sehari-harinya, beliau melukis poster bioskop, sementara tetap melukis "surealis" yang tetap ditawarkan dengan harga mahal, meski belum ada yang mau membeli..). Ini suatu langkah yang perlu dicontoh para saintis kita, untuk tetap idealis merealisasikan impiannya, tetapi tetap "down to earth" untuk memenuhi kebutuhan dasar diri dan keluarganya (ehm... saya apa termasuk yang begitu ya..?). Mereka bekerja keras sendirian merealisasikan impian mereka di ruang kerja, di samping bengkel sepeda mereka. Mereka bekerja dengan berbagai eksperimen, baik melalui contoh-contoh yang ada di buku, dan -yang lebih sering- adalah mencari ide-ide baru dan segera diimplementasikan secara eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika data-data aeronotika tidak bisa mereka percayai, mereka membuat terowongan angin untuk mengujinya dan mengukur secara empirik bagaimana mengangkat mesin terbang ke angkasa. Mereka - secara eksperimen - yang pertama menemukan bahwa sayap yang panjang dan dengan lebar yang sempit merupakan arsitektur terbaik untuk terbang. Mereka yang menunjukkan bagaimana mengendalikan pesawat terbang dengan memakai "forward elevator". Mereka membuat sayap di belakang untuk mengendalikan gerakan ke kiri dan ke kanan..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari bahwa baling-baling tidaklah seperti ulir pesawat, tetapi menjadi seperti sayap yang berputar, mereka menggunakan data dari eksperimen di terowongan anginnya, untuk merancang untuk pertama kalinya baling-baling pesawat terbang. Karena saat itu tidak ada mesin ringan penggerak baling-baling, mereka memutuskan untuk merancang dan membuatnya sendiri. Mereka akhirnya bisa membuat mesin dengan berat hanya 152 lbs dengan 12 tenaga kuda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya..., 17 Desember 1903, dengan dikendalikan oleh Orville, pesawat terbang idaman mereka bisa terbang dari Kitty Hawk dan terbang 120 ft - sedikit lebih panjang dari separuh sayap Boeing 747-400. Penerbangan 12 detik itu telah mengubah dunia, membuat manusia dapat bepergian ke mana pun di dunia ini, sesuatu yang sebelumnya hanya bisa diraih lewat mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, Wright bersaudara, dengan ketekunan dan kerja keras mereka... dengan sedikit berbekal teori tetapi dibarengi dengan semangat untuk mencoba dan mencoba... telah memberikan sumbangsih yang besar bagi peradaban manusia, hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunggu semangat dan kerja keras mereka, patut kita tiru.. untuk mengembangkan robotika di tanah air, membuat robot-robot yang mempunyai fungsi baru, mekanisme baru, manfaat baru, pola pikir baru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkarya, kawan! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111077515809603234?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111077515809603234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111077515809603234' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111077515809603234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111077515809603234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/03/wilbur-orville-wright-100-orang-paling.html' title='Wilbur &amp; Orville Wright: 100 Orang Paling Berpengaruh Versi TIME'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-111042851753462149</id><published>2005-03-10T13:14:00.000+09:00</published><updated>2005-03-10T13:24:17.580+09:00</updated><title type='text'>Terjadi Salah Pasang Instrumen pada Rover Mars</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.kompas.com/teknologi/news/0503/10/222754.jpg" alt="Blogger" width="200" height="170" /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/teknologi/news/0503/10/095716.htm"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rover Opportunity dan Spirit milik NASA adalah robot yang kembar identik. Satu sama lain sangat mirip sehingga para insinyur NASA pun terkecoh. Akibatnya, secara tidak sadar - dan baru diketahui setelah rover berada di Mars - mereka keliru memasang instrumen. Apa yang seharusnya dipasang pada Opportunity dimasukkan ke tubuh Spirit, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski kekeliruan itu tidak mempengaruhi hasil penyelidikan ilmiah kedua rover, namun ini tetap merupakan hal yang memalukan bagi sebuah Badan Antariksa yang juga pernah kehilangan wahana Mars karena para insinyur mencampuradukkan sistem metrik dengan imperial (dalam hal ini terjadi kekeliruan konversi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah rover-rover yang sekarang ada di Mars berhasil mendarat dengan mulus di planet merah, Januari 2004. Selain itu misi mereka digolongkan sebagai amat sukses. Spirit dan Opportunity telah memberikan bukti-bukti bahwa dahulu pernah ada air dalam bentuk cair di permukaan Mars. Keduanya juga masih bertahan hingga sekarang -sudah setahun lebih - walau misinya dijadwalkan hanya berlangsung 90 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada sesuatu yang membuat khawatir Ralf Gellert dari Max Planck Institute for Chemistry di Mainz, Jerman. Gellert bertugas menjalankan instrumen dalam rover yang disebut spektrometer sinar-X partikel alpha (APXS), yang berfungsi untuk menganalisa komposisi kimia bebatuan. Opportunity menemukan konsentrasi yang lebih besar dari beberapa unsur di tempatnya mendarat di Meridiani Planum, dibanding yang ditemukan Spirit di Gusev Crater. Padahal dengan kekuatan angin Mars, konsentrasi unsur-unsur itu seharusnya seragam di seluruh bagian planet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gellert mempertanyakan perbedaan itu tahun lalu dalam tulisannya di Science (vol 306, p 1746). "Tapi tidak ada seorangpun yang menanyakan hal itu," katanya. "Saya memikirkannya dengan keras, namun tidak bisa mendapatkan jawaban."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kini alasan perbedaan konsentrasi itu sepertinya sudah jelas," ujar Gellert. "Kami baru menyadari bahwa telah terjadi kekeliruan pemasangan instrumen. Spirit membawa spektrometer yang seharusnya dipasang pada Opportunity, sedang Opportunity menggunakan apa yang seharusnya dipakai Spirit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sedikit perubahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau desain instrumen itu identik, namun masing-masing unik karena kekhususan materi bahan pembuatnya. Oleh karenanya sebelum rover diluncurkan, masing-masing instrumen dikalibrasi menggunakan contoh batuan. Pengukuran itu kemudian diproses dalam file kalibrasi. tetapi karena tertukar, para ilmuwan menggunakan satu instrumen dengan file kalibrasi instrumen lainnya. Akibatnya terjadi kesalahan kecil pada data APXS, yakni dalam hal pengukuran jumlah sodium, magnesium, dan aluminium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah, kesalahan itu kini diketahui sehingga data mentah bisa dikalibrasi ulang. Hasil akhir dari data-data perbaikan itu akan segera diumumkan, kata Steve Squyres, pimpinan ilmuwan dalam misi rover Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan itu sendiri sangat kecil karena instrumen APXS amat mirip, ujarnya. "Tidak satupun kesimpulan ilmiah kami terkena dampak perubahan tersebut," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Squyres sendiri tidak merasa harus malu dengan kesalahan pemasangan itu. "Ini adalah kesalahan yang bisa terjadi, dan kebetulan terjadi pada masa-masa yang sangat sibuk dan menegangkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan tidaklah tepat bila kekeliruan ini dibandingkan dengan kesalahan konversi metrik yang pernah terjadi dahulu, karena dalam peristiwa kali ini tidak ada wahana yang rusak. (newscientist.com/wsn)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-111042851753462149?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/111042851753462149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=111042851753462149' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111042851753462149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/111042851753462149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/03/terjadi-salah-pasang-instrumen-pada.html' title='Terjadi Salah Pasang Instrumen pada Rover Mars'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110992016745931755</id><published>2005-03-04T15:09:00.000+09:00</published><updated>2005-03-05T10:44:01.423+09:00</updated><title type='text'>Tokoh Robot Indonesiana - 1</title><content type='html'>&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Siapakah yang pantas kita sebut sebagai tokoh robot Indonesia ? Tulisan sederhana berikut ini akan memaparkannya. Tentu saja, tulisan ini sangat bersifat personal-subjektif dan -mungkin- tidak terlalu ilmiah, tetapi saya yakin cukup berharga untuk kita pelajari, baik sebagai hobiis, peneliti pemula, mau pun peneliti kawakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini -sebagai salah satu rangkaian tulisan tokoh robot kita yang insya Allah akan saya susulkan - sebagai salah satu bahan kita untuk belajar dari para tokoh, bagaimana mereka memulai langkah penelitian di bidang ini, terutama kegigihan, keuletan, kecerdasan dan keistiqomahan mereka dalam menggeluti dunia robotika. Jauh dari maksud untuk mengkultus-individukan mereka, tulisan ini juga menjadi semacam penghargaan kepada mereka, yang jauh dari publikasi tetapi terus tekun menggeluti dunia robotika dan membimbing mahasiswa2-nya menjadi rekayasawan handal, yang banyak diminati dunia industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di tulisan perdana ini, saya menampilkan &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Endra Pitowarno&lt;/span&gt;, dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PENS-ITS). Mengapa saya memilihnya sebagai tokoh pertama yang pantas saya tampilkan? Epit, begitu biasa Endra dipanggil, pantas saya ajukan karena dialah pionir Robocon di tanah air hingga bisa "mewabah" seperti sekarang. Dia yang secara gigih membimbing mahasiswa PENS ketika 1991 ditantang sama NHK (TV dan Radio Nasional Jepang) untuk tampil melawan raksasa-raksasa robotika politeknik (kousen bahasa Jepangnya) yang sudah sangat berpengalaman. Gaya dia membimbing bukanlah dengan gaya "tradisionil" dosen kita yang sekedar "pethitha pethithi" memerintah mahasiswa, tetapi terjun langsung bersama-sama mereka mengerjakan baik aspek mekanis, sistem elektronika dan sensor, termasuk sistem mikroprosesornya. "La kan mahasiswa yang saya bimbing itu kebanyakan masih duduk di semester 3 atau 4, yang masih belum mendapatkan kuliah yang memadai tentang robotika, jadi saya harus membimbing mereka langsung dengan contoh-contoh nyata", kata Endra ketika ditanya tentang kiat membimbing mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, tim robotika pertama Indonesia itu langsung menyabet piala penghargaan tim dengan ide terbaik dalam pertandingan Robocon NHK 1991 yang bertajuk "Hot Tower" itu. Sempat mengalahkan tim Kyoto, tapi kandas di babak kedua, merupakan prestasi yang mengejutkan karena tim kita dengan robot BIMA X-1 itu semula hanya diundang sebagai tim eksebisi saja. Hal itu tidak lepas dari peran dan tangan dingin Endra membimbing Arif Avianto, Sudibyo dan Praz Sattia Iznamu, anggota tim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di 1992, kembali menghebohkan dunia robotika Jepang, dengan berhasilnya robot Caraka Xh menjadi semi-finalis Robocon yang bertajuk "Mistery Circle" itu, mengalahkan tim-tim tangguh Jepang! Tim yang beranggotakan Joti Slepri, Agung Cahyono dan Iton Adi itu mencengangkan penonton fanatik Jepang dengan teknik mekanika yang cukup unik dan kemudian banyak ditiru tim-tim Jepang di pertandingan Robocon di tahun-tahun berikutnya. Tentu saja, Endra Pitowarno-lah yang melatih tim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan tersebut rupanya membuat "keder" juga para profesor-profesor Jepang. Bagaimana seandainya tim Indonesia menjuarai Robotika Jepang (seperti kemudian menjadi kenyataan, 2001 Indonesia melalui tim PENS ITS akhirnya menjadi juara pertama, tingkat universitas seluruh dunia lagi!), akan menjatuhkan citra pendidikan rekayasa Jepang. Karena itu tidak heran, di 1993 NHK tidak mengundang lagi tim Indonesia untuk berlaga. Takut kalah? Entahlah.. Yang jelas, ketika itu penulis ikut berkali-kali menghubungi NHK baik lewat telpon mau pun fax, menanyakan pelaksanaan ROBOCON tahun itu. Ketika datang jawaban dari NHK bahwa ada kendala keuangan untuk mengundang tim PENS ITS (karena memang di tahun sebelumnya seluruh biaya ditanggung NHK), PENS menjawab bahwa tim kita siap berangkat dengan biaya sendiri. Tidak ada jawaban dari NHK setelah itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENS ITS kemudian menyelenggarakan Robocon tersendiri, "Indonesian Robot Contest" (IRC) di 1993, dengan peserta 7 tim dari 4 institusi. Seperti diduga, tim PENS menyabet semua gelar, kecuali 1 gelar sebagai performance terbaik yang berhasil diraih tim Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Meski diikuti sedikit tim, tetapi hal itu berhasil menarik banyak media massa termasuk TV untuk meliput kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu, bahwa kegiatan ROBOCON di tanah air telah menjadi ajang bergengsi baik untuk universitas mau pun politeknik. Bahkan, seperti penulis sebut di atas, sempat menjuarai Robocon Internasional di Jepang, mengalahkan tim-tim tangguh Jepang, Perancis, Amerika Serikat, dan Cina. Kalau ada universitas atau politeknik lain yang tangguh di bidang robotika, patut dicurigai adanya mantan mahasiswa PENS yang kemudian menjadi dosen pembimbing...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, masih adakah yang meragukan ketokohan Endra Pitowarno yang sekarang sedang belajar di Universiti Teknologi Malaysia di tingkat doktoral itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang penasaran dengan prestasi dan kiprah Endra, silakan lihat di situs pribadinya http://lecturer.eepis-its.edu/~epit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110992016745931755?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110992016745931755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110992016745931755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110992016745931755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110992016745931755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/03/tokoh-robot-indonesiana-1.html' title='Tokoh Robot Indonesiana - 1'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110904100103533248</id><published>2005-02-22T11:56:00.000+09:00</published><updated>2005-02-22T11:56:41.036+09:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href='http://photos1.blogger.com/img/101/3615/640/robotterbangterkecil.jpg'&gt;&lt;img border='0' style='border:2px solid #000000; margin:2px' src='http://photos1.blogger.com/img/101/3615/320/robotterbangterkecil.jpg'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seiko Epson Corp 18 Agustus 2004 lalu memperkenalkan robot terbang mikro, yang merupakan robot terbang termungil dan paling ringan di dunia. Robot yang merupakan pengembangan model sebelumnya ini bisa dikendalikan dari jauh menggunakan komputer secara wireless (menggunakan Bluetooth), dan dilengkapi kamera kecil yang mampu mengirimkan foto-foto tanpa perlu bantuan kabel.&amp;nbsp;&lt;a href='http://www.hello.com/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbh.gif' alt='Posted by Hello' border='0' style='border:0px;padding:0px;background:transparent;' align='absmiddle'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110904100103533248?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110904100103533248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110904100103533248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110904100103533248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110904100103533248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/seiko-epson-corp-18-agustus-2004-lalu.html' title=''/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110903967047344185</id><published>2005-02-22T11:24:00.000+09:00</published><updated>2005-03-10T13:34:53.510+09:00</updated><title type='text'>Robot Berjalan Mirip Manusia</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/teknologi/news/0502/22/091639.htm"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Meski bukan berita baru, tetapi berita robot berjalan mirip manusia ini memang selalu menarik. "Passive walking", merupakan bahasan yang cukup lama diteliti para peneliti robotika sedunia. Salah satunya, adalah Prof. Yamakita dari Tokyo Institute of Technology, yang lab-nya bersebelahan dengan lab saya dulu. Saat itu (2003) beliau mengembangkan teknologi "passive walking" untuk robot berjalan dua dimensi. Prof. Yamakita pernah membimbing saya, ketika Prof. Sampei melakukan studi di Michigan University selama 9 bulan. Secara keseluruhan, Jepang sebenarnya memimpin dalam penelitian robot berjalan, cuma memang selalu "kalah" sama peneliti-peneliti Amerika, dalam mempublikasikannya (son kuswadi)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Para peneliti telah mengembangkan robot-robot yang makin menyerupai gerakan manusia. Mereka bisa berjalan seperti kita karena menggunakan sistem bergerak yang jauh lebih efisien dibanding robot berjalan sebelumnya. Energi yang digunakan pun hanya sebesar yang diperlukan seseorang untuk berjalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, robot-robot terdahulu seperti Asimo dari Honda menggunakan sekitar sepuluh kali tenaga yang dipakai manusia untuk berjalan, karena semua gerakan di sambungan-sambungan kaki ditenagai motor. Sedangkan robot-robot baru yang dikembangkan ini, memanfaatkan sebuah sistem gerakan yang disebut pasif dinamik, yang memungkinkan kaki-kaki bagian bawah robot mengayun balik menggunakan tenaga gravitasi tiap kali melangkah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Robot-robot ini adalah yang pertama kali menggunakan pasif dinamik," kata Steven Collins, insinyur mesin dari Universitas Michigan, Ann Arbor, yang menuliskan riset tentang ketiga robot itu di majalah Science. Mesin-mesin berjalan itu juga pernah diperlihatkan pada pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science di Washington, tanggal 17 Februari lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dibuat untuk berjalan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun ketiga robot masing-masing dibuat oleh tim dari Universitas Cornell di Ithaca, New York, Institut Teknologi Massachusetts di Cambridge, dan Universitas Teknologi Delft di Belanda.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedikitnya gerakan yang ditenagai motor menjadi kunci efisiensi tenaga robot-robot ini, kata Andy Ruina, seorang insinyur mesin di Cornell. "Karena bila tidak dirancang dengan baik, motor akan banyak menyerap energi," lanjutnya. "Untuk mengurangi energi yang diserap, Anda harus mengurangi kerja motor."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada titik ini, Ruina dan rekan-rekannya mengadopsi karya Tad McGeer, seorang insinyur penerbangan yang mengembangkan pesawat-pesawat robot mini. Idenya diilhami oleh Wright bersaudara, yang meciptakan pesawat dengan mempelajari glider dan menambahkan motor padanya. Artinya, pencipta yang ingin menciptakan gerakan pada karyanya cukup memanfaatkan perilaku alami gerakan tersebut dan menambahkan motor.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Contoh untuk masa depan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Robot dari Cornell memiliki berat sekitar 13 kilogram dengan kaki-kaki sepanjang hampir satu meter. Sementara mesin milik MIT yang disebut Toddler beratnya hanya 2,74 kilogram dan tingginya 43 cm. Robot dari Delft berada di antara keduanya, dengan berat 8 kilogram dan tinggi 1,5 meter.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Robot MIT adalah mesin berjalan pertama yang dilengkapi program untuk memungkinkan robot beradaptasi dengan perubahan permukaan jalan. "Dalam beberapa waktu ke depan, kami akan menguji robot ini di permukaan yang belum pernah dilalui sebelumnya," kata Russ Tedrake, perancang Toddler.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kestabilan dan gerakan seperti manusia yang dimiliki mesin pejalan ini menunjukkan bahwa efek pasif dinamik adalah sesuatu yang penting dalam mekanika alami gerakan berjalan. Ruina yakin robot-robot ini bakal mengantarkan pada pengembangan robot lain dengan gerakan hewan, keseimbangan, dan penempatan kaki-kaki biomekanik secara tepat. Kelak, mesin-mesin ini jugabakal makin maju dan bisa melakukan gerakan sempurna dengan usaha yang sedikit saja. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun sejauh ini robot-robot Cornell dan Delft hanya bisa berjalan maju, sehingga ini barulah langkah awal dalam pengembangan mesin berjalan. "Kami masih harus menempuh perjalanan yang jauh untuk bisa menciptakan robot yang benar-benar bisa berjalan," jelas Ruina. &lt;strong&gt;(newscientist.com/bbc.co.uk/wsn)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110903967047344185?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110903967047344185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110903967047344185' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110903967047344185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110903967047344185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/robot-berjalan-mirip-manusia.html' title='Robot Berjalan Mirip Manusia'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110895856882919368</id><published>2005-02-21T12:55:00.000+09:00</published><updated>2005-03-05T11:23:57.233+09:00</updated><title type='text'>Wakil Surabaya yang Akan Berlaga di Kontes Robot dan Kontes Robot Cerdas Indonesia</title><content type='html'>Sumber: &lt;a href="http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&amp;amp;id=158017"&gt;Jawa Pos&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Sama-Sama Rebutan Bahan di Pasar Loak&lt;br /&gt;Sejumlah perguruan tinggi di Surabaya, dalam waktu dekat akan mengirimkan timnya untuk berlaga di dua perhelatan bergengsi: Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Seperti apa persiapan robot-robot itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) boleh dibilang ajang paling bergengsi bagi kampus-kampus teknik di Indonesia. Apalagi, pemenang dari kontes ini akan mewakili Indonesia dalam Kontes Robot Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk berlaga di dua kontes robot (KRI dan KRCI) itu, kemampuan sejumlah tim dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya, agaknya tak bisa dianggap remeh. Mereka kini tengah bersiap-siap untuk bertanding di ajang bergengsi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ajang KRI, ada sembilan tim dari Surabaya yang akan berlaga setelah lolos seleksi awal. Dari ITS meloloskan empat tim, yakni BHARABUDARA dan RAY-VA (Jurusan Teknik Elektronika), ASKAF I (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), dan THE ANCHOR (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya). ITS tampaknya akan mati-matian mempertahankan tradisi juara yang disandangnya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saingan kuat ITS adalah Universitas Widya Mandala (UWM). Tahun ini, tim UWM mengirimkan dua tim yakni G_RAF dan NO 12 MA. Tiga tim lainnya adalah der Mullend (Universitas Surabaya), CAKRA BIRAWA (STIKOM), dan Inspector Gadget (Politeknik Sakti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajang KRI tahun ini temanya: Menggapai Puncak Borobudur Nyalakan Api Perdamaian. Tema ini diadopsi dari tema besar yang dipilih penyelenggara Robocon di Bejing, Climb on to the Great Wall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar diketahui, pemenang di ajang KRI ini akan dikirim ke Beijing, sekitar Agustus-September 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di KRI nanti, setiap tim akan berebut  memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke dalam beberapa tempat yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana persiapan tim-tim robot dari Surabaya? Dari pengamatan Jawa Pos, tim-tim dari PTS (perguruan tinggi swasta) tampaknya sudah lebih sibuk dibanding ITS. Lihat saja di kampus Ubaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim der Mullend sudah menyelesaikan robotnya hingga 70 persen. "Akhir Februari, robot ini harus sudah jadi. Sehingga siap dikunjungi tim juri Maret nanti," kata Hendi Wicaksono, pembina tim robot der Mullend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim ini terdiri dari Philips Putra Jianto dan Donny Wicaksono. Keduaya mahasiswa Fakultas Teknik Ubaya. Nama der Mullend, kata Philips diambil dari permainan komedi putar yang biasanya ada di pasar malam. "Robot kami dilengkapi dengan dongkrak di tengahnya, sehingga bisa berputar-putar seperti komedi putar," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak proposalnya dinyatakan lolos awal bulan lalu, tim ini mulai bekerja. Setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 03.00 dini hari mereka bekerja di lantai dua kampus teknik Ubaya. Robot ini terdiri dari 1 robot manual dan 3 robot otomatis. Robot manual dilengkapi dengan ketapel, untuk melontarkan bola ke sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahannya sebagian mereka beli di pasar loak di Jalan Demak. "Terutama untuk motor penggerak, harus beli di pasar loak. Kalau beli aslinya mahal dan sulit carinya," kata Philips.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, hampir semua tim mencari bahan ke pasar loak. Saat belanja di Jalan Demak, Philips mengaku sempat bertemu dengan tim-tim robot lain yang juga mencari motor. Ada dari ITS dan juga Stikom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami rebutan cari motor seharga Rp 7 ribuan itu," katanya. Lain lagi dengan tim CAKRA BIRAWA dari Stikom. Robot milik tim yang bermarkas di Kedung Baruk ini baru menyelesaikan pembuatan robotnya hingga 50 persen. CAKRA BIRAWA terdiri dari 1 robot manual dan 4 robot otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggotanya adalah Omega Phana, Henry Permana, dan Muhammad Azharuddin. Mereka dibimbing oleh dosennya, Roedy Hartono. Keistimewaan robot ini, kata Omega, terletak pada salah satu robot otomatisnya yang dirancang memiliki kecepatan tinggi. "Robot ini kami simpan dulu sampai perlombaan tiba," kata Omega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama CAKRA BIRAWA, menurut mereka diambil dari pasukan di zaman pemberontakan G 30 S/PKI. "Setiap orang di pasukan itu kan punya peran masing-masing. Begitu juga dengan robot-robot kami," kata Henry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim lainnya dari Universitas Widya Mandala dan Politeknik Sakti juga mulai melakukan berbagai persiapan. UWM yang meloloskan dua tim tahun ini berambisi merebut gelar juara. "Tahun lalu kami menjadi runner up. Wajar kalau tahun ini kami ingin juara," kata Rektor UWM Prof Dr Ami J.S. Suandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tim ITS, yang menyumbang empat tim justru terkesan santai dan belum banyak persiapan. Sebagian besar anggota tim robot masih dalam masa libur usai UAS (Ujian Akhir Semester) ganjil sejak 7 Februari lalu. Mereka umumnya pulang kampung. Untuk sementara, pekerjaan robot dihentikan, hingga perkuliahan aktif kembali awal Maret mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan persiapan tim-tim yang akan berlaga di ajang KRCI? KRCI kali ini dibagi menjadi tiga kategori, yakni robot beroda, robot berkaki, dan robot expert. Robot beroda, tentu saja berjalan dengan media roda. Sedangkan robot berkaki mengadopsi orang atau binatang, dan tanpa roda. Robot ini harus mematikan api yang diletakkan di salah satu ujung lintasan berukuran 248 cm x 248 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk robot expert, lintasannya terdiri dari dua lantai. Api yang dimatikan juga ada di dua tempat. Lintasannya juga lebih luas dari lintasan robot berkaki dan beroda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sepuluh tim dari Surabaya yang lolos. Untuk kategori beroda terdiri dari TORTUGA (Ubaya), TREAD STONE (PPNS ITS), dan FIREFLY (STIKOM). Di kategori robot berkaki ada empat tim yakni ARACHNID_CCTE (Ubaya), Bug-Me (UWM), SPY-D (UK Petra), dan CyKill4 (STKOM). Dan di kategori robot expert ada tiga tim yang lolos, yakni PENSA Mobile (PENS ITS), BLEDHUX (Ubaya), dan I-Robot (ITS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, Ubaya berhasil menjuarai KRCI untuk kategori robot berkaki. Tahun ini robot yang diberi nama ARACHNID ini tampil lagi dengan nama baru yakni ARACHNID_CCTE. "Kami sedikit memodifikasi robot ini," kata Leo Hasan, koordinator tim. Dalam lomba nanti, Leo akan didampingi oleh Indah Karmila. Robot ini sudah siap 90 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika robot-robot KRI mencari bahan di pasar loak, untuk robot KRCI justru mencari bahan hingga ke luar negeri. Robot-Robot KRCI milik STIKOM juga memesan khusus beberapa komponen ke luar negeri. Robot berkaki CyKill4 milik Amru Mubaidillah dan Arief Budiman ini dilengkapi sensor dan motor Parallax yag khusus dipesan dari Amerika. "Kami pesan melalui internet," kata Arief.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan robot beroda STIKOM bernama FIREFLY. Sensor ultraviolet milik robot ini juga dipesan di Jepang. Robot karya Didik Ismoyo dan Fahmi Haris ini berbentuk seperti tank. Rodanya akan dilengkapi dengan belt, layaknya tank. (tomy c. gutomo/ani murdiyati)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110895856882919368?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110895856882919368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110895856882919368' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110895856882919368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110895856882919368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/wakil-surabaya-yang-akan-berlaga-di.html' title='Wakil Surabaya yang Akan Berlaga di Kontes Robot dan Kontes Robot Cerdas Indonesia'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110886231387219680</id><published>2005-02-20T10:17:00.000+09:00</published><updated>2005-03-05T11:25:39.726+09:00</updated><title type='text'>Buat Apa Belajar Robot</title><content type='html'>Banyak orang bertanya kepada saya, apa ada manfaatnya belajar robotika di Jepang. Hal itu utamanya dikaitkan dengan kebutuhan teknologi yang tepat buat Indonesia. Dengan tenaga yang melimpah seperti sekarang – apalagi dengan jumlah penganggur  yang telah mencapai sekitar 40 juta orang ini – maka pemakaian robot di industri akan menjadi “pesaing” bagi tenaga kerja kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang anggapan seperti tersebut di atas ada benarnya, kalau tinjauannya hanyalah pada jenis robot industri, yang biasanya sering disebut sebagai manipulator, yang berupa lengan robot sebagai pengganti tangan manusia. Itu pun bukan berarti anggapan itu tidak bermasalah, karena proses-proses di industri mutakhir (utamanya produk-produk persisi) mau tidak mau membutuhkan jenis robot semacam ini. Jangan sampai kita mengulangi “tragedi" yang sama ketika 1970-an seorang menteri tenaga kerja melarang suatu industri pembuatan IC di Bandung memakai robot, dengan alasan tenaga kita yang melimpah. Akibatnya, industri IC tersebut hengkang ke Malaysia, dan Indonesia kemudian jauh tertinggal dalam industri tersebut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita melihat teknologi robotika secara keseluruhan, maka kita akan tahu betapa pentingnya penguasaan teknologi ini, baik dari aspek pendidikan maupun industri di tanah air. Ciri utama dari robotika adalah bahwa teknologi ini merupakan bidang multi-disiplin, sehingga untuk memahaminya memerlukan pendekatan multi-disiplin pula. Ada beberapa bidang keilmuan yang “terlibat” di dalamnya, misalnya mekanika (statika mau pun dinamikanya), kendali, sensor, komputer (baik perangkat keras mau pun lunaknya) , menejemen produksi, komunikasi sosial, biologi,  hingga psikologi. Perkembangan teknologi robotika sendiri juga meluas, yang mengarah kepada robot seperti yang dikhayalkan di film-film. Karena itu, riset-riset yang berhubungan dengan robot yang “berbentuk” manusia (humanoid robot) sekarang sedang marak. Konsekwensinya, riset-riset yang berhubungan seperti teknik-teknik pengenalan obyek dengan “indra penglihatan” buatan, pengenalan suara (speech processing), pengendalian “ekspresi” wajah terus menjadi topik hangat. Juga, penelitian robotika yang diilhami sistem biologi (biologically inspired robot) seperti robot ular dan robot kangguru juga sangat berkembang, untuk mencari solusi alternatif penggerak selain roda yang memiliki keterbatasan dalam manuver-manuver di medan yang sulit. Demikian pula dengan robot sosial, yang mempelajari bagaimana sebuah robot berinteraksi “sosial” dengan robot lain, mau pun dengan manusia, karena itu peran ilmu psikologi menjadi sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang semua riset robot yang saya sebutkan di atas masih jauh untuk diaplikasikan, karena masih banyaknya kendala-kendala teknis mau pun finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jauh lebih penting ketika kita menggeluti teknologi robot di atas adalah kemampuan kita untuk berpikir secara sistemik. Ketika kita mempelajari dan menggeluti bidang robot tertentu, maka kita harus berpikir aspek menyeluruh dari persoalan yang kita hadapi. Misalnya, ketika kita mempelajari robot ular, maka kita harus berpikir bagaimana caranya meniru mekanisme gerak ular yang meliuk-liuk itu, bagaimana sensor gerakan ular itu, bagaimana realisasi mekanis maupun elektronika dari penggerak itu. Belum masalah perangkat lunak pengendali gerak ular yang rumit itu. Aspek selanjutnya adalah kemampuan kita untuk bekerjasama dengan ahli lain, karena sebesar apa pun minat kita terhadap suatu masalah, tetap kemampuan kita akan amat terbatas, sehingga memerlukan keahlian dari orang lain. Di samping itu, karena banyak faktor dalam realisasi sistem robot, maka diperlukan kerja keras dalam pembuatan dan trouble-shooting-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berpikir sistemik, bekerjasama dan kerja keras adalah kemampuan yang amat diperlukan ketika kita menggeluti teknologi apa pun. Inilah yang saya maksud, bahwa dengan mempelajari robot, seorang mahasiswa akan lebih siap dalam memecahkan persoalan teknologi apa pun. Jadi, tidak harus bahwa lulusan perguruan tinggi yang mempelajari robot harus bekerja dalam bidang robot; justru dengan pengalamannya itu, akan mampu diaplikasikan dalam bidang pekerjaannya nanti, apakah itu aspek teknologi mau pun menejemen di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, robot hanyalah alat kita dalam mendidik mahasiswa agar mampu berkiprah dalam bidang teknologi; meski pun tidak menutup kemungkinan di saat yang tepat diaplikasikan di industri secara nyata.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110886231387219680?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110886231387219680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110886231387219680' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110886231387219680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110886231387219680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/buat-apa-belajar-robot.html' title='Buat Apa Belajar Robot'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110876425650727197</id><published>2005-02-19T06:58:00.000+09:00</published><updated>2005-03-05T11:28:31.016+09:00</updated><title type='text'>CFP ICINCO 2005</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;CALL FOR PAPERS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2nd International Conference on Informatics in Control, Automation and Robotics- ICINCO 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.icinco.org"&gt;http://www.icinco.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 14 - 17, 2005, Barcelona, Spain&lt;br /&gt;co-sponsored by IFAC (International Federation of Automatic Control) in cooperation with AAAI (American Association for Artificial Intelligence)&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;The conference is composed of 3 main tracks:&lt;br /&gt;1. Intelligent Control Systems and Optimization&lt;br /&gt;2. Robotics and Automation&lt;br /&gt;3. Signal Processing, Systems Modeling and Control&lt;br /&gt;All accepted papers will be published in the conference proceedings under anISBN (Book and CD-ROM).&lt;br /&gt;The best papers of the conference will be published by Kluwer AcademicPublishers in a special book of selected papers.&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;IMPORTANT DATES&lt;br /&gt;Full Paper submission deadline: 25th February 2005&lt;br /&gt;Position Paper (work-in-progress) submission deadline: 15th March 2005&lt;br /&gt;Author Notification: 20th April 2005&lt;br /&gt;Final Paper Submission and Registration: 15th May, 2005&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;KEYNOTE LECTURES&lt;br /&gt; "External and Internal Autonomy in Software Systems" by Erik Sandewall, Link・ing University, Sweden&lt;br /&gt;"Robot perception for navigation in indoor buildings"   by Alberto Sanfeliu, Institute of Robotics and Industrial Informatics,Technical University of Catalonia, Spain&lt;br /&gt;"Redundancy: A Measurement Crossing Cutting-edge Technologies" by Paolo Rocchi, IBM ITS Research and Development, Italy&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;TUTORIAL&lt;br /&gt;"Wave-based control of flexible mechanical systems" by William J O'Connor,University College Dublin, Ireland&lt;br /&gt;"Biosignals Emotive Human Control Interaction" by Dinesh Kant Kumar, RMITUniversity, Australia&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;WORKSHOPS&lt;br /&gt;Multi-Agent Robotic Systems (MARS 2005)&lt;br /&gt;Biosignal Processing and Classification (BPC 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;paper submission deadline for workshops only: open until May 25&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110876425650727197?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110876425650727197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110876425650727197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110876425650727197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110876425650727197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/cfp-icinco-2005.html' title='CFP ICINCO 2005'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110872928083131535</id><published>2005-02-18T21:21:00.000+09:00</published><updated>2005-02-18T21:21:20.830+09:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href='http://photos1.blogger.com/img/101/3615/640/Robocon%20025.jpg'&gt;&lt;img border='0' style='border:2px solid #000000; margin:2px' src='http://photos1.blogger.com/img/101/3615/320/Robocon%20025.jpg'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tim Indonesia yang diwakili SIFAA dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS, dalam ABU Robocon 2004 di Korea Selatan&amp;nbsp;&lt;a href='http://www.hello.com/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbh.gif' alt='Posted by Hello' border='0' style='border:0px;padding:0px;background:transparent;' align='absmiddle'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110872928083131535?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110872928083131535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110872928083131535' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110872928083131535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110872928083131535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/tim-indonesia-yang-diwakili-sifaa-dari.html' title=''/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110872655139790317</id><published>2005-02-18T20:33:00.000+09:00</published><updated>2005-03-05T11:30:53.570+09:00</updated><title type='text'>Kontes Robot Indonesia 2005</title><content type='html'>&lt;p class="isi" align="justify"&gt;Tahun 2005 Indonesia kembali akan mengikuti                kontes robot tingkat Internasional ABU ROBOCON 2005 yang akan berlangsung                di Beijing, Cina pada tanggal 27 Agustus tahun 2005, dimana Tim                Robot Indonesia akan berkompetisi dengan 20 tim Robot luar negeri.                Lomba tersebut merupakan lomba yang ketiga diselenggarakan diluar                Jepang untuk peserta dari negara-negara anggota &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" &gt;Asia-Pacific                Broadcasting Union (ABU)&lt;/span&gt;. ABU adalah organisasi penyiaran                dikawasan negara-negara Asia Pasifik yang beranggotakan lebih dari                seratus stasiun televisi dan radio dari lima puluh Negara. Dalam                hal ini Indonesia diwakili oleh Televisi Republik Indonesia sebagai                anggota. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;              &lt;p class="isi" align="justify"&gt;Tim yang mewakili Indonesia akan dipilih                melalui seleksi dalam Kontes Robot Indonesia 2005, KRI 2005 (Indonesia                Robot Contest- Robocon 2005) yang akan berlangsung di Jakarta pada                bulan Mei 2005. Tiga puluh dua tim dari perguruan tinggi yang memenuhi                persyaratan dapat berpartisipasi dalam kegiatan Kontes Robot Indonesia                2005 (KRI-2005). Ketentuan lomba dengan mengacu kepada aturan standar                lomba dari ABU Robocon, setiap tim terdiri dari 3(tiga) orang mahasiswa                dan 1(satu) orang dosen pembimbing, yang akan merancang, membuat                dan mengoperasikan robot manual dan robot otomatis. &lt;/p&gt;               &lt;p class="isi" align="justify"&gt;Kegiatan tersebut pelaksanaannya dikoordinasikan                oleh &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" &gt;Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian                kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen                Pendidikan Nasional&lt;/span&gt;, bekerjasama dengan&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;                &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Fakultas Teknik, Universitas Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Tujuan dari kontes                robot ini selain untuk mencari duta bangsa dalam ABU Robocon 2005                di Beijing - Cina, juga untuk menumbuh kembangkan kreativifitas                dan minat para mahasiswa dalam teknologi maju, khususnya teknologi                robotika yang sangat dibutuhkan bagi industri.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="isi" align="justify"&gt;Lihat lebih jauh di http://www.kri.or.id&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110872655139790317?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110872655139790317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110872655139790317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110872655139790317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110872655139790317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/kontes-robot-indonesia-2005.html' title='Kontes Robot Indonesia 2005'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110856650438699862</id><published>2005-02-17T00:04:00.000+09:00</published><updated>2005-03-05T11:32:29.516+09:00</updated><title type='text'>CFP: 2005 International Conference on Natural Computation, Fuzzy Systems and Knowledge Discovery</title><content type='html'>2005 International Conference on Natural Computation (ICNC'05)&lt;br /&gt;  International Conference on Fuzzy Systems and Knowledge Discovery&lt;br /&gt;                         (FSKD'05)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               27 - 29 August 2005, Changsha, China&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Home Page: http://www.xtu.edu.cn/nc2005&lt;br /&gt;             http://www.ntu.edu.sg/home/elpwang/nc2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Submission Deadline: 15 March 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           CALL FOR PAPERS AND SPECIAL SESSION PROPOSALS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The 2005 International Conference on Natural Computation (ICNC'05) and the 2005 International Conference on Fuzzy Systems and Knowledge Discovery (FSKD'05) will be jointly held in Changsha, China from 27 to 29 August 2005. The conferences will feature the most up-to-date research results in computational algorithms inspired from nature,&lt;br /&gt;including biological, ecological, and physical systems. It is an exciting and emerging interdisciplinary area in which a wide range of techniques and methods are being studied for dealing with large, complex, and dynamic problems. Specific areas include neural computation, evolutionary computation, quantum computation, DNA computation, chemical computation, information processing in cells and tissues, molecular computation, computation with words, fuzzy computation, granular computation, artificial life, swarm intelligence,&lt;br /&gt;ants colony, artificial immune systems, etc., with applications to knowledge discovery, finance, operations research, and more. The joint conferences will also promote cross-fertilization over these exciting and yet closely-related areas. Registration to either conference will&lt;br /&gt;entitle a participant to the proceedings and technical sessions of both conferences, as well as the conference banquet and meals.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110856650438699862?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110856650438699862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110856650438699862' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110856650438699862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110856650438699862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/cfp-2005-international-conference-on.html' title='CFP: 2005 International Conference on Natural Computation, Fuzzy Systems and Knowledge Discovery'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110854872354763229</id><published>2005-02-16T19:12:00.000+09:00</published><updated>2005-02-16T19:12:03.546+09:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href='http://photos1.blogger.com/img/101/3615/640/trody3.jpg'&gt;&lt;img border='0' style='border:1px solid #000000; margin:2px' src='http://photos1.blogger.com/img/101/3615/320/trody3.jpg'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Trody Robot.. contoh biologically-inspired robot, karya Leg Lab MIT&amp;nbsp;&lt;a href='http://www.hello.com/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbh.gif' alt='Posted by Hello' border='0' style='border:0px;padding:0px;background:transparent;' align='absmiddle'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110854872354763229?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110854872354763229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110854872354763229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110854872354763229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110854872354763229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/trody-robot.html' title=''/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110853711949914066</id><published>2005-02-16T15:57:00.000+09:00</published><updated>2005-02-16T15:58:39.506+09:00</updated><title type='text'>Link-link Menarik Robotika</title><content type='html'>Berikut ini beberapa link menarik tentang robotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Robotics Institute at Carnegie Mellon University adalah institut&lt;br /&gt;terkemuka baik dalam bidang penelitian mau pun pendidikan teknologi&lt;br /&gt;robotika yang relevan dengan tugas-tugas industri dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;a onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" href="http://www.ri.cmu.edu/" target="_blank"&gt;http://www.ri.cmu.edu/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robotics Online menyediakan studi kasus otomasi pabrik dan robotika,&lt;br /&gt;paper-paper, buku-buku, berita dan direktori.&lt;br /&gt;&lt;a onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" href="http://www.robotics.org/" target="_blank"&gt;http://www.robotics.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arrick Robotics - Berisi berbagai petunjuk praktis dalam pembuatan robot&lt;br /&gt;&lt;a onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" href="http://www.robotics.com/" target="_blank"&gt;www.robotics.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jet Propulsion Laboratory/California Institute of Technology.&lt;br /&gt;Peneliti JPL Robotics melakukan pengembangan, integrasi dan&lt;br /&gt;demonstrasi robotika inovatif dan teknologi otomasi, membantu misi&lt;br /&gt;penelitian NASA dan menangani masalah-masalah lain yang strategis.&lt;br /&gt;&lt;a onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" href="http://robotics.jpl.nasa.gov/" target="_blank"&gt;http://robotics.jpl.nasa.gov/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Tech Museum: Robotics: Sensing, Thinking, Acting -&lt;br /&gt;Eksibisi online yang mengeksplorasi dunia robotika yang kompleks dan&lt;br /&gt;terus menerus berkembang.&lt;br /&gt;&lt;a onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" href="http://www.thetech.org/exhibits/online/robotics/" target="_blank"&gt;www.thetech.org/exhibits&lt;wbr&gt;/online/robotics/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robotics. Persembahan Dr. Robert Nalley. Laman ini untuk pecinta&lt;br /&gt;robotika praktis. Segala aspek praktis ada di sini, perangkat keras,&lt;br /&gt;perangkat lunak, mekanik, dan dilengkapi proyek-proyek nyata.&lt;br /&gt;&lt;a onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" href="http://www.nelnickrobotics.com/" target="_blank"&gt;www.nelnickrobotics.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110853711949914066?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110853711949914066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110853711949914066' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110853711949914066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110853711949914066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/link-link-menarik-robotika.html' title='Link-link Menarik Robotika'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10867790.post-110853349116042073</id><published>2005-02-16T14:33:00.000+09:00</published><updated>2005-02-16T14:58:11.163+09:00</updated><title type='text'>Selamat Datang "Robotika Indonesiana"</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dear Pembaca Budiman,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di "Robotika Indonesiana", sebuah forum bagi pecinta dunia robotika Indonesia untuk saling berbagi pengalaman, trik, pengetahuan baik teori mau pun praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Siapa pun boleh bergabung di sini, tidak ada batasan usia, asal usul, gender, tingkat pendidikan, dan segala macam pembatas yang mungkin ada (kecuali, tentu saja, forum ini tertutup bagi siapa saja yang tidak mau pakai internet....he..he..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga tidak membatasi pembicaraan jenis robotnya, bisa mobile robot, manipulator, bio-memetic robot, atau pun aplikasinya: bisa robot industri, robot pelayanan, robot penyelamatan, robot hiburan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa membahas aspek-aspek kinematika, mekanisme, kendali, aplikasi dan teori-teori yang berhubungan dengan hal-hal di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak usah banyak omong, ayo kita mulai...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dari Tokyo,&lt;br /&gt;Son Kuswadi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;sonkuswadi at gmail dot com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10867790-110853349116042073?l=robotika-indonesiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/feeds/110853349116042073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10867790&amp;postID=110853349116042073' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110853349116042073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10867790/posts/default/110853349116042073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robotika-indonesiana.blogspot.com/2005/02/selamat-datang-robotika-indonesiana.html' title='Selamat Datang &quot;Robotika Indonesiana&quot;'/><author><name>Son Kuswadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09997385324601381360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://photos5.flickr.com/6238527_cd3af2c491.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
